alexametrics

Demi Jamaah, Puskes Haji Siapkan Ribuan TKHI Andal dan Profesional

loading...
Demi Jamaah, Puskes Haji Siapkan Ribuan TKHI Andal dan Profesional
Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) saat Seminar Pelayanan Kesehatan Penerbangan Haji di Jakarta. Kegiatan ini penting untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah saat ada di pesawat. Foto/ist
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menuntaskan persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Pusat Kesehatan atau Puskes Haji Indonesia. Kemenkes menerjunkan 1.587 anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang siap melayani jamaah mulai dari keberangkatan ke Tanah Suci hingga kembali ke kampung halamannya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia (Kapuskes) Eka Jusup Singka mengatakan, pihaknya sudah memberikan pembekalan kepada TKHI bagaiman melayani jamaah haji di darat dan di udara. Guna melayani jamaah di darat, Puskes Haji telah menyelenggarakan pembekalan terintegrasi kepada TKHI yang menjadi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1440 H/2019 M.

“PPIH adalah petugas haji non-kloter yang akan ditempatkan di Mekkah, Madinah, dan Jeddah,” kata Eka di Jakarta, Selasa (18/6/2019).



Pada saat pembekalan kepada petugas kesehatan ada tiga pesan yang harus dilakukan petugas PPIH. Pertama, meningkatan jejaring kerja sama dalam memperkuat pelayanan kesehatan antara PPIH bidang Kesehatan dan PPIH Kemenag dalam pelayanan jamaah di pondokan dan masa di Armina.

Kedua, memperkuat konsolidasi antara PPIH bidang Kesehatan dan PPIH Kemenag dalam penetapan safari wukuf, badal haji, evakuasi dan tanazul jamaah sakit. “Ketiga, semangat integrasi PPIH bidang Kesehatan dan PPIH Kemenag adalah untuk membawa nama baik bangsa dan negara di Tanah Suci,” harapnya.

Oleh karena itu, kata dia, perlu kerja sama yang bersinergi bukan kontraproduktif. “Semoga semua petugas menjadi petugas haji yang mabrur, tugasku ibadahku," katanya.

Untuk dapat melayani jamaah selama di udara, Puskes Haji Indonesia juga memberikan pembekalan kepada semua petugas kesehatan dengan mengadakan Seminar Pelayanan Kesehatan Penerbangan Haji, pada Rabu (12/6/2019) di Ruang Pertemuan G.A Siwabessy Gedung Sujudi lantai 2, Kemenkes, Jakarta. "Seminar mengundang dokter khusus kesehatan penerbangan sebagai pemateri," imbuhnya.

Eka memastikan, seminar Pelayanan Kesehatan Penerbangan Haji penting dilakukan. Sebab jamaah haji harus menempuh perjalanan menggunakan pesawat selama 9-12 jam dari embarkasi sampai ke Madinah atau Jeddah. "Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang pengaruh kondisi penerbangan terhadap kesehataan jamah haji," ucap Eka.

Eka mengatakan, tujuan utama seminar ini adalah mempersiapkan TKHI yang profesional dan andal dalam melayani jamaah haji pada operasional haji 1440 H/2019. “Sebelumnya jumlah TKHI sebanyak 1.521 orang untuk ditugaskan di 507 kloter. Karena Indonesia mendapat tambahan kuota sebesar 10.000, maka petugas kesehatan juga ditambah sebanyak 66 orang untuk disebar di 22 kloter. Jadi total TKHI musim haji tahun 2019 sebanyak 1.587 orang dengan 529 kloter," pungkasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak