alexametrics

Tekan Kecelakaan 65%, Operasi Ketupat 2019 Berjalan Sukses

loading...
Tekan Kecelakaan 65%, Operasi Ketupat 2019 Berjalan Sukses
Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan, Operasi Ketupat 2019 berjalan sukses berkat kerja sama berbagai pihak. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Operasi Ketupat 2019 berjalan sukses berkat kerja sama berbagai pihak. Berbagai upaya dilakukan untuk mengurai kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran. Misalnya pemberlakukan one way dan contra flow. Bahkan angka kecelakaan turun hampir 65% dari tahun lalu.

“Semua pihak ikut andil dan bekerja keras dalam Operasi Ketupat 2019. Dari Kementerian PUPR, Kesehatan, Perhubungan dan Jasa Raharja memberikan pelayanan yang prima sehingga semua berjalan lancar dan aman," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri saat rapat analisa dan evaluasi akhir Operasi Ketupat 2019 di Gedung NTMC Polri, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Refdi mengaku masih banyak hal yang harus dievaluasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2019. Salah satunya soal pembuatan rest area alternatif. Faktanya rest area selalu menjadi titik kemacetan. "Kita harap rest area alternatif ini menjadi lebih baik. Tadi juga sudah saya sampaikan mungkin bisa kita tetapkan jarak tertentu. Ada juga rest area tertentu yg hanya menyiapkan item tertentu," tuturnya.



Menurut Refdi, rest area alternatif hanya akan menyediakan sarana tertentu. Seperti SPBU dan toilet. Berbeda dengan rest area utama yang difasilitasi tempat makan dan jajan. "Bisa saja 50 KM yang disiapkan di sana itu adalah bahan bakar, kemudian ada top up kartu elektronik, ada pelayanan kerusakan ringan, toilet, dan lain-lain," jelasnya.

Hal itu dirancang demi menghindari penumpukan di reat area utama. Berdasarkan pengalaman, masyarakat yang mudik atau pun balik selalu siap sedia makanan minuman ringan di perjalanan.

Berbeda dengan keperluan bahan bakar dan kondisi fisik pemudik yang berubah-ubah selama perjalanan. "Karena kita lihat kebutuhan BBM, kartu elektronik, kesehatan, tidak bisa ditunda termasuk buang air. Kalau sudah kebelet nggak bisa diwakilkan kepada siapapun. Dan tidak ada satu pun yang mau mewakilkan," tandasnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak