alexametrics

Tim Kuasa Hukum TKN Siapkan Dua Versi Jawaban Permohonan

loading...
Tim Kuasa Hukum TKN Siapkan Dua Versi Jawaban Permohonan
Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra.Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A+ A-
JAKARTA - Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin menyiapkan dua versi jawaban terkait pokok permohonan yang dikirimkan pihak pemohon dalam hal ini tim hukum Prabowo-Sandi di dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6/2019).

Ketua Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, sudah menyiapkan dua versi jawaban, yakni jawaban atas permohonan yang telah diregistrasi pada 24 Mei 2019, dan jawaban atas permohonan perbaikan 10 Juni 2019. Pada permohonan baru tanggal 10 Juni 2019, Tim Kuasa Hukum TKN menganggap permohonan baru yang dilampirkan itu tidak diregistrasi oleh MK.

"Jadi kami akan menjawab keduanya. Fokus pada yang pertama. Yang kedua kami juga akan jawab dan petitumnya memang satu," ujar Yusril, di Gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6/2019).



Namun, Yusril masih enggan merincikan sejumlah sanggahan apa saja khusus untuk jawaban permohonan pihak pemohon tertanggal 10 Juni 2019 tersebut. Dirinya bakal menyampaikan dalam persidangan hari ini di MK.

"Nanti kita bacakan di persidangan. Tapi pada intinya kami tanggapi seluruh dari permohonan itu supaya didengar dan dipertimbangkan majelis dengan seadil-adilnya," jelasnya.

Dikesempatan yang sama, anggota tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Teguh Samudra mengungkapkan, dalam mengajukan jawaban ini menambahkan sejumlah barang bukti sebanyak 30 barang bukti. Barang bukti itu nantinya akan dibeberkan dalam persidangan, salah satunya jawaban soal posisi Cawapres 01 KH Ma'ruf Amin dalam keterlibatan di dua bank syariah.

"Sebanyak 30 alat bukti karena ini nanti baru kita bacakan, tidak kita kemukakan semuanya ya. Semua permohonan dari pihak pemohon secara komprehensif kita jawab, kita bantah, dan kita buktikan bahwa itu tidak benar," kata Teguh.

Selain itu, Teguh meminta masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan sanggahan atau komentar yang keluar dari kubu 02. Serta ikut mendoakan agar jalannya sidang di MK berjalan lancar.

"Itu hanya propraganda dari pihak 02 semuanya. Masyarakat jangan terpengaruh dan mohon doa restunya dari seluruh bangsa dan negara supaya NKRI tetap stabil, kondusif, dan tetap jaya," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak