alexametrics

Pansel Capim Minta Bantuan KPK untuk Tracking Rekam Jejak Kandidat

loading...
Pansel Capim Minta Bantuan KPK untuk Tracking Rekam Jejak Kandidat
Ketua Pansel Capim KPK Jilid V, Yenti Ganarsih memberikan keterangan pers usai meminta masukan pimpinan KPK terkait proses seleksi, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Foto/SINDOnews/Raka Dwi N
A+ A-
JAKARTA - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jilid V meminta masukan pimpinan KPK terkait proses seleksi, di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Dari pertemuan itu, Pansel Capim KPK meminta bantuan pimpinan KPK untuk menyaring nama kandidat setelah lolos proses administrasi. Nantinya, Pansel Capim KPK akan berinisiasi langsung mencoret nama kandidat yang tersandung kasus korupsi.

"Ketika nanti sudah kita umumkan nama-nama yang lolos seleksi administrasi, di mana KPK tahu bahwa orang-orang tersebut ada kaitannya dengan perkara yang sedang mereka tangani, untuk memberitahukan kepada kami, sehingga kami tidak akan melanjutkan seleksi mereka, seperti itu," ujar Ketua Pansel Capim KPK Jilid V, Yenti Ganarsih, Rabu (12/6/2019).



Yenti juga berharap pimpinan KPK jilid IV nantinya dapat membantu memberikan masukan berkaitan dengan kinerja KPK saat ini dan harapan pada pimpinan KPK selanjutnya.

"Jadi kita berbicara kendalanya apa, keberhasilannya seperti apa selama ini, dan akan kita tingkatkan empat tahun kemudian, dan yang kedua adalah kita memang minta bantuan untuk tracking rekam jejak," jelas Yenti.

Selain ke KPK, rencananya Pansel Capim KPK juga akan mengunjungi Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini, dan esok harinya akan mengunjungi Kapolri.

"Kita dengan Kejaksaan Agung, terus besok dengan Kapolri. Seperti yang kita sampaikan tahapan-tahapan ini. Ya kita akan membahas seperti (seleksi) yang sebelumnya," ungkap Yenti.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak