alexametrics

Maruarar Sirait Puji Kekompakan Tokoh Bangsa di Pemakaman Ani Yudhoyono

loading...
Maruarar Sirait Puji Kekompakan Tokoh Bangsa di Pemakaman Ani Yudhoyono
Foto/Istimewa Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Ketua Umum HPMI Bahlil Lahadali dan Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad dalam dialog Bulan Bung Karno di Kantor DPP TMP, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 2 Juni 2019.
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait mengatakan Indonesia berduka atas kepergian mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Pria yang biasa disapa Ara ini berpesan agar bangsa ini makin kompak ke depan."Hari ini kita melihat bagaimana bangsa ini berduka ibu Ani Yudhoyono sudah menghadap Tuhan Yang Esa. Banyak tokoh bangsa yang hadir melayat. Hal itu sebagai bukti bahwa bangsa ini kompak," tutur Ara usai acara Buka Puasa Bersama dan Dialog bulan Bung Karno bertajuk Pancasila Dimata Melienial untuk Indonesia Satu di Kantor DPP TMP Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 2 Juni 2019 malam.
Sejumlah narasumber hadir di acara dialog itu. Mereka diantaranya Ketua HIPMI Bahlil Lahadalia, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad, Ketua Umum PB PMII Agus Herlambang, Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo, Ketua PMKRI Juventus Prima Kago, Ketua Umum PP GMKI Corneles Galanjinjinay, Ketua Umum KMHDI I Kadek Andre Nuaba dan lainnya.

Ara menilai para tokoh bangsa semakin banyak yang negarawan. Jokowi dikatakan Ara mampu menyatukan bangsa ini. "Bangsa ini menjadi makin kompak, menghargai dan juga bisa menjadi semakin negarawan dan semua tokoh tokoh bangsa. Kita melihat pak Jokowi sebagai pemimpin ini bisa makin menyatukan bangsa Indonesia, berpolitik bisa berbeda tetapi bersatu untuk Indonesia," tutur politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.



Dia meyakini dalam waktu dekat Jokowi dan Prabowo akan segera bertemu. Dia menilai Prabowo sebagai seorang negarawan sejati.

Menurut dia, dalam berdemokrasi ada kompetisi, ada persaingan, dan aturan. Dalam demokrasi ada yang menang dan yang kalah. "Saya sampaikan ini baru pileg, saya juga kalah, dan saya sudah merasakan tiga kali menang sekarang saya kalah, harus sportif harus bisa menerima kenyataan dengan baik. Jangan kalau kalah marah-marah dan tidak terima dan sebagainya. Saya pikir itu yang harus saya kerjakan memberikan contoh yang sportif dan bagian dari demokrasi," tutur Ara.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak