alexametrics

Dara Asal Ngawi Wakili Indonesia di Festival Budaya Dunia

loading...
Dara Asal Ngawi Wakili Indonesia di Festival Budaya Dunia
Cinta Safa Salsabila Putri Haris, dara asal Ngawi mewakili Indonesia di International festival of Languange and Culture di Amerika. SINDOnews/Neneng Zubaidah
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Dara asal Ngawi mewakili Indonesia di International festival of Languange and Culture di Amerika. Festival yang diikuti pelajar dari 160 negara ini memiliki misi duta perdamaian dunia bagi pelajar yang diundang di festival ini.

Kepala Humas Eduversal Azka Dermawan mengatakan, IFLC merupakan satu rangkaian festival bahasa dan budaya yang telah diselenggarakan selama 17 tahun di berbagai negara dan diikuti oleh 160 negara dengan lebih dari 2000 pelajar sebagai peserta. Dia menjelaskan, keikutsertaan Indonesia merupakan suatu undangan ekslusif karena IFLC menganggap Indonesia memiliki budaya yang unik untuk dipertunjukkan ke dunia.

“IFLC adalah festival dunia yang mempertunjukan keunikan masing-masing negara. Sementara pelajar yang mengikutinya akan menjadi duta kedamaian dunia,” katanya saat ditemui di kawasan Tangerang Selatan kemarin.



Azka mengatakan, tahun ini Indonesia diwakili oleh siswi kelahiran Ngawi yang saat ini bersekolah di SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta bernama Cinta Safa Salsabila Putri Haris. Cinta, katanya, sebelumnya telah pihaknya seleksi dari puluhan pelajar. Cinta berhasil memukau para hadirin di festival dunia tersebut dengan membawakan lagu Zamrud Khatulistiwa karya Guruh Soekarno Putra.

Dia menjelaskan, IFLC telah digelar selama tiga minggu dan Cinta menyanyikan lagu tersebut di tiga kota yakni di New York, Washington dan Toronto. “Dalam kesempatan ini Cinta mengenal teman-teman baru serta memperluaskan wawasan dan budaya. Cinta juga menjadi duta perdamaian dunia sebagai perwakilan Indonesia bersama dengan teman-teman dari berbagai negara secara beragam,” jelasnya.

Sementara Cinta sangat bersyukur bisa mengikuti festival tersebut karena bisa memperkenalkan budaya Indonesia ditingkat Internasional. Tidak hanya itu, katanya, pelajar berusia 16 tahun ini pun bisa mengenal budaya dan bahasa dari negara lain secara langsung. Darisitu pula dia belajar untuk bertoleransi dalam menanggapi perbedaan dari seluruh dunia.
(wib)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak