alexametrics

KMS Sebut Polisi Meyakini pada 21 Mei Ada Massa Berbeda di Bawaslu

loading...
KMS Sebut Polisi Meyakini pada 21 Mei Ada Massa Berbeda di Bawaslu
Kolisi yang terdiri dari YLBHI, Kontras, LBH Jakarta, AJI, Amnesty Internasional, LBH Pers, dan Lokataru Foundation menyatakan keprihatinan terkait dengan kerusuhan di Kantor Bawaslu 21-22 Mei. Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) menyampaikan hasil temuan awal berkaitan dengan aksi demonstrasi menyikapi hasil rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU yang berujung rusuh di depan Gedung Bawaslu dan beberapa titik di Jakarta pada 21 dan 22 Mei lalu.

Koordinator Kontras, Yati Andriani mengatakan, terkait pecahnya kerusuhan yang terjadi, polisi diyakini telah memetakan adanya massa berbeda yang muncul pada Selasa, 21 Mei 2019 pukul 21.30 WIB malam. Massa aksi ini disebutnya berbeda dengan massa yang melakukan aksi sejak siang hari.

"Ini penting sekali. Artinya ini ada 11 petunjuk awal yang sudah cukup jelas (dari) polisi. Kami tidak akan analisa diawal tetapi ini adalah fakta yang yang yang kami terima dan dapatkan," ujar Yati dalam jumpa pers bersama, di Gedung YLBHI, Menteng, Jakarta, Minggu (26/5/2019).



Berikutnya, lanjut Yati, berdasarkan informasi dari kepolisian ada sekira 300-400-an orang berasal dari Tanah Abang. Sementara itu, berdasarkan pemantauan yang dilakukan Koalisi Masyarakat Sipil, ada massa di luar massa aksi Bawaslu yang berasal dari luar.

Di samping itu, kata Yati, ada masa jeda sebelum perusuh melakukan kerusuhan, meski sebenarnya bisa dilakukan tanpa jeda waktu. "Kami sampaikan soal ini untuk menempatkan secara komprehensif bahwa banyak aktor yang terkait dalam peristiwa kekerasan yang terjadi itu. Lagi-lagi saya tidak ingin menganalisa di awal," katanya.

Selanjutnya terkait dengan korban, kata Yati, mengacu data resmi hingga pukul 11.00 WIB pada 23 Mei, jumlah korban meninggal sebanyak 8 orang dan sebanyak 730 orang di bawah penanganan medis.

Menurut Yati, yang mengejutkan para korban berusia dari 20-29 tahun sebanyak 290 orang, dan usia di bawah 19 tahun sebanyak 170 orang.

"Kami dapatkan informasi lain yang kami dapatkan KPAI menyebutkan bahwa anak-anak yang hilang saat ini sudah sudah dikumpulkan dan ada di Kementerian Sosial dengan jumlah 52 orang dengan kategori anak-anak dibawah umur untuk korban. Saya tidak akan sebutkan ada sekitar 8 orang di data kami yang terakhir sebagian terverifikasi penyebab kematian karena tertembak sekitar satu dua tiga empat orang terhebat di kasi selebihnya tidak belum terverifikasi kematiannya disebabkan oleh apa atau apa latar belakang dari kematian tersebut," tandasnya.
(whb)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak