alexametrics

Usai Bertemu JK, Ketua DPR Berharap Prabowo Bertemu Jokowi

loading...
Usai Bertemu JK, Ketua DPR Berharap Prabowo Bertemu Jokowi
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi pertemuan dua tokoh bangsa, Jusuf Kalla dengan Prabowo Subianto yang bisa bisa meredakan ketegangan. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Silaturahim para elite politik dinilai sangat bagus untuk meredakan ketegangan dan meneduhkan kondisi para pendukung masing-masing calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi pertemuan dua tokoh bangsa, Jusuf Kalla (JK) dengan Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut diharapkan mampu mencairkan suasana politik Tanah Air yang memanas. Bahkan jika memungkinkan, Bamsoet berharap jika dalam waktu dekat ini dilanjutkan pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo (Jokowi).

"Jika elite bisa bersikap hangat dan saling menghormati satu sama lain maka pendukung di bawah juga akan meneladani. Kami sendiri dari kalangan dunia usaha sangat berkepentingan situasi politik nasional bisa segera kembali kondusif," ujar Bamsoet di sela-sela acara Buka Puasa Bersama Kadin Indonesia dengan Presiden Jokowi di Jakarta, Jumat (24/5/2019).



Bamsoet juga mengapresiasi langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan berbagai dugaan tindak kecurangan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Penggunaan jalur konstitusional ini akan semakin menguatkan demokrasi di Indonesia, ketimbang melakukan aksi massa yang mengganggu ketertiban umum.

"Karena sudah menggunakan jalur konstitusional, mudah-mudahan apapun keputusan Mahkamah Konstitusi nantinya harus dihormati oleh semua pihak. Baik itu dari pihak BPN maupun TKN, maupun dari para pendukung masing-masing. Karena kami di dunia usaha, sekali lagi berkepentingan situasi politik dapat segera kondusif,” tutur Bamsoet.

Dia juga berharap selama proses hukum di MK, tidak ada lagi pengerahan aksi massa yang bisa memancing kekisruhan. "Berikan kesempatan kepada para pengacara masing-masing serta hakim konstitusi untuk menyelesaikannya secara konstitusional. Jangan sampai selama proses persidangan di Mahkamah Konstitusi maupun setelah Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan yang bersifat final dan mengikat, justru diwarnai dengan aksi demonstrasi lagi. Jika seperti ini terus, masyarakatlah yang akan menjadi korbannya. Apapun putusan Mahkamah Konstitusi, wajib dihormati oleh seluruh pihak," pungkas Bamsoet.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan secara konstitusional ketika ada perbedaan pandangan atas hasil pemilu maka jalurnya melalui MK. "Alhamdulillah pasangan Prabowo-Sandi menempuh jalur ke MK, dan ini juga positif," tuturnya.

Erick menegaskan bahwa KPU, Bawaslu, dan juga MK adalah lembaga independen yang dipilih secara konstitusional. TKN sendiri telah membentuk tim hukum yang dipimpin Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra untuk menghadapi gugatan hukum yang diajukan Paslon 02, dimana Paslon 01 sebagai pihak terkait.

Sementara itu terkait pertemuan Prabowo dengan JK, Erick mengatakan bahwa JK merupakan figur politikus senior yang sangat dihormati berbagai kalangan. "Ketika komunikasi terbuka antara Pak JK dengan Pak Prabowo adalah sesuatu yang sehat karena perbedaan adalah hal yang lumrah selama diselesaikan secara baik. Inilah yang ditekankan Pak Jokowi," tuturnya.

Terkait dugaan kecurangan pemilu yang dituduhkan Paslon 02 kepada Paslon 01, Erick mengatakan bahwa tidak ada kecurangan secara masif seperti yang dituduhkan. "Saya kira tidak ada DNA dari kami (melakukan kecurangan)," katanya.

Erick juga menekankan bahwa ketika para pengamat asing dilibatkan untuk memantau jalannya pemilu, mereka umumnya telah membuat pernyataan bahwa pemilunya berjalan dengan fair, baik, dan transparan. "Ada kekurangan pasti, yang namanya sempurna milik Allah karena kita melakukan pemilu yang sangat kompleks. Pilpres, pileg secara bersamaan, dan alhamdulillah bisa berjalan dengan baik," katanya.

Dia berharap ketika proses sengketa pemilu sudah masuk ke jalur hukum maka kejadian demonstrasi yang berujung anarkistis seperti yang terjadi pada 21 dan 22 Mei lalu tidak terulang kembali. "Karena itu merugikan, dan juga kita segera konsolidasi karena kita ini harus segera bergerak," paparnya.

Menurut Erick, semua elite politik saat ini sudah punya kedewasaan cukup tinggi. Apalagi, Jokowi sebagai presiden juga sudah membuka diri. "Kemarin pertemuan Pak Zulkifli (dengan Jokowi) di Istana Bogor, lalu Pak SBY juga sudah buat statemen, Mas Agus (AHY) sudah bertemu (Jokowi), saya kira sudah ada upaya (rekonsiliasi)," katanya.
(kri)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak