alexametrics

Ribuan Warga Serukan Perdamaian Pasca-Kerusuhan

loading...
Ribuan Warga Serukan Perdamaian Pasca-Kerusuhan
Sekitar 5.000 warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, untuk menyerukan perdamaian pasca-kerusuhan yang melanda Jakarta pada 22 Mei. Foto/SINDOnews/Abdul Rochim
A+ A-
JAKARTA - Sekitar 5.000 warga dari berbagai elemen masyarakat berkumpul di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis (23/5/2019) sore. Mereka menyerukan perdamaian pasca-kerusuhan yang melanda Jakarta pada 22 Mei.

Elemen masyarakat tersebut terdiri dari Emak-Emak JOS EGP, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Persatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Indonesia (PMKRI), Komunitas Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Forum Dai Indonesia, Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Habaib, Santri, Kelompok Betsi Semplang dan Massa Serikat Buruh.

Secara bergiliran, massa terus berdatangan hadir hingga memutuskan melakukan buka puasa bersama di lokasi. Sebelum buka bersama, massa juga disuguhi hiburan rampak gendang dan kesenian tradisional.



Dalam kesempatan tersebut, masing-masing perwakilan elemen masyarakat secara tertib dan berurutan menyampaikan orasinya. Mereka antara lain mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari tindakan anarkis baik berupa perusakan terhadap aset negara, pembakaran, maupun perusakan terhadap fasilitas publik.

“Kami bersama TNI dan Polri, kami mendukung mereka untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan inkonstitusional dan memanfaatkan kondisi politik yang sedang belum kondusif ini,” demikian orasi dari Nuruzzaman selaku perwakilan Banser.

“Kami ingin masayarakat hidup dengan damai, bekerja dengan tenang, karena kita adalah sesama anak bangsa Indonesia,” tambahnya.

Massa juga menyatakan berbelasungkawa atas kejadian kerusuhan yang terjadi sebelumnya hingga merenggut korban jiwa. “Kami berbelasungkawa terhadap para korban kerusuhan kemarin, dan kami juga yakin bahwa yang melakukan tindakan melawan hukum bukanlah massa aksi damai dari kawan-kawan kita, namun segelintir orang yang tidak menginginkan negeri ini damai,” kata Ibu Diana Murni, perwakilan dari kelompok emak-emak militan.

Massa yang menghadiri aksi damai ini juga yakin bahwa baik pendukung pasangan capres 01 maupun 02 adalah orang-orang yang cinta damai. “Pendukung 02, sebagaimana pendukung 01 adalah orang-orang yang cinta damai. Kami yakin mereka tidak mungkin melakukan tindakan anarkis. Kami dukung TNI dan Polri. Tidak ada tempat di negeri ini buat perusuh,” tegas Habib Bakri Assegaf.

Massa juga sepakat agar semua kerusuhan disudahi dan mendukung upaya hukum yang dilakukan oleh pasangan Prabowo – Sandi yang mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak