alexametrics

Aa Gym: Tahan Diri dan Stop Kekerasan

loading...
Aa Gym: Tahan Diri dan Stop Kekerasan
Kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di depan Bawaslu RI mengundang keprihatinan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa AA Gym. (Ist)
A+ A-
JAKARTA - Kerusuhan yang menyebabkan korban jiwa dalam aksi unjuk rasa di depan Bawaslu RI mengundang keprihatinan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa AA Gym.

Pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung itu mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan segala bentuk kekerasan.

"Sungguh memilukan telah terjadi kerusuhan di antara kita, di negeri yang kita cintai di bulan suci. Saudara-saudaraku sebangsa dan setahan air. Kita adalah bersaudara, aparat, rakyat, para tokoh adalah sama sudara. Indonesia ini adalah rumah kita yang harus kita jaga bersama, amanah Allah. Stop hentikan mohon hentikan segala kekerasan dari pihak mana pun," ujar Aa Gym dalam rekaman suara yang diunggah melalui akun Twitter miliknya.



Aa Gym menyebutkan, kekerasan dan kerusuhan hanya akan menimbulkan masalah yang lebih buruk serta kerusakan dan kehancuran negeri ini, nauzubillah. "Dimohon semua pihak menahan diri, sepanas apapun suasana dan hati, tetap harus berpikir jernih, jangan pernah terprovokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan negeri ini hancur," ujar Aa Gym.

Menurut Aa Gym semuanya harus diselesaikan bersama, Insya Allah dengan cara-cara yang benar, konstitusional, maka mohon para tokoh, para pejabat segera berembuk untuk meredam ketegangan ini. "Jangan sampai bertambah rakyat dan aparat yang menjadi korban. Ingat sekali lagi ini adalah ujian bersama dan kita ini bersaudara. Ini adalah bulan suci, dan Insya Allah kita bisa melewati semua ini dengan baik, jikalau niat dan cara kita benar dan selalu meminta pertolongan Alllah," pungkas Aa Gym.
(nag)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak