alexametrics

Tak Gubris Sejumlah Hoaks, Mahfud Sebut Negara Lebih Penting

loading...
Tak Gubris Sejumlah Hoaks, Mahfud Sebut Negara Lebih Penting
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menegaskan, kepentingan dari bangsa dan negara jauh lebih penting ketimbang berbagai hoaks tentang dirinya. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menegaskan, kepentingan dari bangsa dan negara jauh lebih penting ketimbang berbagai hoaks tentang dirinya.

Mahfud menegaskan, dia tidak perlu menanggapi soal hoaks terhadap dia yang dibuat dan disebarkan berbagai orang.

Menurutnya, saat ini para penyebar berita bohong itu akan dibiarkan lebih dulu demi kepentingan yang lebih besar yaitu menyelamatkan negara dari situasi panas selama Pemilu 2019.



"Hoaks-hoaks tentang saya itu tidak penting dan bisa diurus nanti saja. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan negara dari segala dampak konflik yang mengiringi pemilu 2019 yang panas ini," tegas Mahfud MD, Senin (20/5/2019).

Mantan Menteri Pertahanan ini menyatakan, baru-baru ini tersebar hoaks bahwa MK yang dipimpinnya memutuskan untuk memenangkan pasangan calon Sugianto Sabran yang telah melakukan kecurangan di Pilkada Kotawaringin Barat 2010 silam.

"Itu hoaks besar, terbalik total. Sebab nyatanya MK saat itu justru memenangkan Ujang Iskandar. Sekarang Pak Sugianto maupun Pak Ujang masih hidup. Coba tanya kepada mereka mengenai posisi kasusnya," ungkap Mahfud MD.

Lebih lanjut mantan anggota DPR-RI ini menjelaskan, pada saat ini Sugianto Sabran menjadi Gubernur Kalteng setelah menang mutlak melawan Ujang Iskandar pada Pilkada Serentak tahun 2016.

Hoaks lainnya yang juga menerpa Mahfud adalah dia disebut adalah keturunan Aryo Omongkoro dari Bangkalan yang kemudian menjadi tentara KNIL Belanda pada awal 1900-an kemudian tewas dalam perang Aceh melawan Belanda. Menurut Mahfud hoaks itu tidak benar sama sekali.

Bahkan di daerah kelahirannnya, Madura, nama Aryo Omongkoro justru tidak dikenal sama sekali. "Lagi pula, kalau benar orang itu ada, jelas tak ada hubungan dengan saya," tegasnya.

Aryo Omongkoro yang katanya priyayi dari Bangkalan yang bekerja kepada pemerintah penjajahan Belanda, sedangkan Mahfud justru lahir di Sampang.

"Kalau mau dikait-kaitkan justru lebih dekat dengan pahlawan nasional Pangeran Trunojoyo. Tapi saya juga bukan keturunan Trunojoyo, ya," seloroh Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud menuturkan, bahwa leluhurnya dari garis ayah adalah petani dan bukan termasuk keturunan bangsawan. Sedangkan dari garis sang ibu adalah Buju' Rabah yang punya kaitan silsilah dengan Kyai As'ad Syamsul Arifin di Situbondo.

"Saya tak pernah membawa-bawa silsilah, tapi putera Kiai As'ad yakni Kiai Fawaid yang menyampaikan soal kaitan Buju' Rabah itu dengan saya. Lalu dari mana kaitan saya dengan Aryo Omong kosong itu?" tanya Mahfud MD.

Mahfud menyatakan, mereka yang mengkaitkannya dengan Aryo Omongkoro adalah orang 'geblek', yang katanya adalah seorang pribumi yang menjadi pegawai Belanda dan berstatus sebagai priyayi dari Bangkalan.

Kendati bersikap diam pada saat ini, Mahfud menyatakan bahwa dia telah mengetahui siapa penyebar hoaks tersebut.

Mahfud kemudian menyebutkan pihak yang menyebarkan hoaks adalah salah satunya bernama Zain yang asal serta alamatnya yang ada di lebih dari satu kota sudah di tangan polisi, termasuk foto mobil dan rumahnya.

"Saya tahu semua muasal pembuat dan penyebar hoaks itu. Tapi saya biarkan dulu, yang penting sudah di tangan polisi lengkap dengan screenshot dan narasinya," pungkasnya.
(maf)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak