alexametrics

Amien Rais: Petahana dan Rezimnya Ngeri dengan Kata 'People Power'

loading...
Amien Rais: Petahana dan Rezimnya Ngeri dengan Kata People Power
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Masyarakat Peduli Pemilu Adil dan Berintegrasi (MPPAB) mengadakan acara deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di Jl Proklamasi no 36, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019) sore.

Dalam acara ini turut menghadirkan tokoh-tokoh dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, yakni Prabowo-Sandi, di antaranya : Amien Rais, Laksamana (purn) Tedjo Edi Purdijatno, Jendral (purn) Widjojo Sujono, dan KH Sobri Lubis.

Pada kesempatan ini, Amien Rais memberikan pidato singkatnya perihal deklarasi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat yang notabene adalah respon dari pernyataan Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat.



Amien mengatakan, dirinya jauh sebelum pemilu, sudah meramalkan bahwa jika pemilu tahun 2019 akan banyak terjadi kecurangan dan ia menekankan bahwa pihak Prabowo-Sandi tidak perlu membawa kasus pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

"3 bulan sebelumnya, saya pernah katakan jika dalam pemilu terjadi kecurangan yang TSM, maka tidak akan pernah mengakui hasil pilpres, apa lagi dipaksa-paksa untuk membawa kasus ke Mahkamah Konstitusi," ujar Amien Rais di Rumah Perjuangan Rakyat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Amien menyinggung perihal istilah 'People Power' yang sering didengungkan oleh kubu Prabowo-Sandi, menurutnya rezim dan petahana saat ini takut dengan istilah tersebut karena dari bahasa Asing, dimana dianggap tidak nasionalis, tidak pancasilais dan bukan negarawan.

"Saya juga ingin mengatakan 'people power' bagi petahana dan rezimnya itu ngeri dengan kata people power atau bahasa asing, maka diganti dengan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR)," tuturnya.
(pur)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak