alexametrics

Imam Masjidil Haram Sebut Serangan ke Kilang Saudi Tindakan Teror

loading...
Imam Masjidil Haram Sebut Serangan ke Kilang Saudi Tindakan Teror
Syaikh Dr Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais mengecam serangan terhadap dua kilang minyak milik perusahaan Aramco di wilayah Dawadmi dan Afif Kota Riyadh. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menegaskan, serangan ke area kilang minyak dan fasilitas umum adalah tindakan teror yang tidak dibenarkan dalam syari’at Islam.

Yang mulia ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syaikh Dr Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais mengecam serangan terhadap dua kilang minyak milik perusahaan Aramco di wilayah Dawadmi dan Afif Kota Riyadh.

Menurutnya, serangan keji dan aksi teror yang dilakukan oleh oknum penjahat itu hanyalah upaya gagal untuk menggerogoti nikmat rasa aman yang diraih oleh Kerajaan Saudi Arabia dan usaha untuk menghancurkan sumber dayanya, serta manuver tangan-tangan dengki terhadap negeri tauhid ini yang dilaksanakan oleh pihak-pihak yang tersesat dan menyimpang.



Dalam penjelasannya, as-Sudais mengatakan, sesungguhnya aksi teror yang dilancarkan di bulan berkah ini, bulan kebaikan, puasa dan qiyamullail, bulan Alquran dan kekhusyukan merupakan bukti nyata kesesatan manhaj para oknum.

"Yang mana mereka tak mempertimbangkan kesucian waktu, serta kehormatan hak dan maslahat sama sekali. Mereka tak memperhatikan agama Allah, tidak mengindahkan batasan Allah, melanggar perjanjian yang syar’i dan kesepakatan Negara yang mengecam tindakan jahat ini," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan penghargaannya yang tinggi terhadap para petugas keamanan yang bertindak cepat dan sigap dalam menjaga keamanan negeri dan segenap penduduk.

"Serta memelihara maslahat agama dari serangan siapapun yang bermaksud mengacaukan keamanan dan stabilitas negeri ini," pungkasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak