alexametrics

Jelang Pengumuman Hasil Pilpres, Kiai Ma'ruf Imbau Semua Pihak Menahan Amarah

loading...
Jelang Pengumuman Hasil Pilpres, Kiai Maruf Imbau Semua Pihak Menahan Amarah
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengimbau kepada setiap orang agar dapat menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu di bulan Ramadhan ini. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengimbau kepada setiap orang agar dapat menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu di bulan Ramadhan ini. Termasuk amarah, apalagi menjelang pengumuman pemenang pilpres dan pileg ada 22 Mei nanti.

Dirinya berharap dari kontestasi Pemilu 2019 masyarakat dapat menahan dan mengendalikan amarahnya terkait apapun hasilnya nanti. "Maknanya puasa itu Al Imsak. Imsak itu artinya menahan, bisa mengendalikan. Tidak hanya makan minum di siang hari tapi juga mengendalikan hawa nafsu, amarah, karena puasa itu mengajarkan kita menjadi orang bertakwa. Orang bertakwa itu yang bisa mengendalikan amarahnya," ujar dia.

"Manusia tidak mungkin menahan amarah, itu manusiawi. Tapi harus bisa mengendalikan secara proporsional. Orang tidak punya emosi itu tidak punya semangat, tetapi kalau berlebihan maka berbahaya. Konstitusi dilanggar, hukum dilanggar, artinya tidak bisa mengendalikan dirinya," sambungnya.



Dirinya menyebut bila seseorang tak dapat menahan amarahnya dan meluapkan secara berlebihan akan sangat berbahaya. Bukan hanya mengganggu sekitarnya namun bisa jadi hukum di negara ini bisa dilanggarnya.

"Kalau marahnya berlebihan itu berbahaya. Karena itu, kacau itu, kalau marahnya itu aturan pun dilanggar semua, konstitusi pun dilanggar semua, hukum dilanggar semua. nah itu berarti tidak bisa mengendalikan dirinya," paparnya.

Untuk itu, dirinya menegaskan agar semua umat muslim dapat menjadikan momen puasa untuk menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu yang ada. "Ini lah fungsi puasa itu yaitu salah satunya menahan diri termasuk hawa nafsu dan dari amarah, emosi yang tidak terkontrol. Ini berbahaya sekali," tuturnya.
(kri)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak