alexametrics

Sikapi Pemilu 2019, Semua Pihak Diharapkan Jangan Terprovokasi

loading...
Sikapi Pemilu 2019, Semua Pihak Diharapkan Jangan Terprovokasi
Direktur LPI Boni Hargens mengatakan, ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan ketegangan Pemilu 2019 ini untuk mengacaukan negara. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI)Boni Hargens mengatakan, ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan keteganganPemilu 2019ini untuk mengacaukan negara.

"Saya kira ini indikasi yang sangat kuat bahwa memang penumpang gelap ingin memanfaatkan ketegangan pemilu ini," kata Boni, dalam seri diskusi XXVI Merawat ke-Indonesia-an di Plaza Central, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Dia menjelaskan, keadaan itu bisa diatasi bila seluruh masyarakat menyadari ini bukan persoalan menang atau kalah dalam Pemilu 2019, bukan perkara ada kecurangan atau tidak, tetapi ada penumpang gelap yang ingin memanfaatkan situasi kegalauan politik yang dapat membahayakan eksistensi negara, ideologi negara termasuk eksistensi NKRI itu sendiri.



"Kepolisian sudah mengungkap ada bukti-bukti teroris JAD, bagian dari ISIS merancang bom untuk mengacaukan saat pengumuman hasil Pilpres pada 22 Mei 2019. Saya kira ini indikasi kuatnya," tuturnya.

Menurut dia, bila masyarakat Indonesia masih terbelah 01 atau 02, maka tidak bijaksana. Boni menerangkan, rakyat Indonesia harus bersatu.

"Ini bukan lagi urusan Pak Prabowo melawan Pak Jokowi. Ini sudah urusan negara melawan kekuatan yang ingin menghancurkan republik ini. Jadi seluruh rakyat Indonesia harus bersatu memberikan dukungan dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada aparat keamanan," urainya

"Polri, TNI dan BIN serta KPU dan Bawaslu yang sudah bekerja dengan sangat keras dan mereka mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk kebaikan bangsa ini. Jangan sampai permainan satu dua orang kami sebut sebagai bandar politik, mengacaukan seluruh konstruksi demokrasi dan negara kita," sambungnya.

Boni juga mengapresiasi ketegasan Polri menetapkan status tersangka kepada sejumlah oknum yang melakukan provokasi kepada masyarakat. Dia mengimbau selama Ramadan masyarakat harus menjaga sikap dan tutur kata serta menjamin keamanan dan menerima hasil pemilu apa pun hasilnya demi kebaikan bersama.

"Siapa pun yang terpilih itu adalah pilihan rakyat Indonesia dan presiden untuk semua. Mari kita hentikan dan tahan diri untuk tidak terprovokasi oleh siapa pun di luar sana yang ingin menggalang massa dan menyerbu KPU. Kita harapkan masyarakat lebih bijaksana dibandingkan para elite politik," kata dia.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak