alexametrics

Soal Pemindahan Ibu Kota, PBB Yakin Jokowi Punya Konsep yang Baik

loading...
Soal Pemindahan Ibu Kota, PBB Yakin Jokowi Punya Konsep yang Baik
Ketua bidang Pemenangan Presiden DPP PBB, Sukmo Harsono mengatakan secara prinsip sebuah keniscayaan jika Indonesia ingin menjadi super power baik ekonomi maupun 'tempur' maka harus memperluas pertumbuhun, di antaranya dengan memindahkan Ibu Kota negara.
A+ A-
JAKARTA - Keputusan Pemerintahan Jokowi untuk memindahkan Ibu Kota negara ke luar Jawa mendapat dukungan dari elite partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin yakni Partai Bulan Bintang (PBB).

Ketua bidang Pemenangan Presiden DPP PBB, Sukmo Harsono mengatakan secara prinsip sebuah keniscayaan jika Indonesia ingin menjadi super power baik ekonomi maupun 'tempur' maka harus memperluas pertumbuhun, di antaranya dengan memindahkan Ibu Kota negara.

"Memindahkan Ibu Kota jika di luar Jawa bisa bertahap dengan pemindahan Kantor Presiden dan kementerian yang terkait dengan pertanian, kehutanan, pertanahan dan pertahanan, pelayanan satu atap Sekretariat Negara serta hukum dan HAM," ujar Sukmo saat dihubungi SINDOnews, Rabu (1/5/2019).



Dengan demikian, Sukmo menegaskan memang proses pemindahan Ibu Kota dilakukan secara bertahap. Dia meyakini Presiden Jokowi sudah mempunyai konsep yang baik maka harus disupport dengan memberikan semangat agar segera dimulai prosesnya.

Dalam hal ini, Sukmo menyarankan agar masalah lokasi juga harus disiapkan secara secara matang. Menurutnya, lokasi mengacu kepada kesiapan infrastruktur yang tahan hingga 50 sampai dengan 100 tahun ke depan bagaimana antisipasi terhadap bahaya banjir, gempa, dan bencana alam lainnya.

"Jakarta adalah contoh bagaimana Belanda (saat) itu menyiapkan dengan baik infrastruktur. Namun kecepatan pertumbuhan penduduk membuat konsep menjadi tidak berjalan dan akirnya seperti saat ini," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak