alexametrics

Penanggulangan Bencana Berbasis Sainstek Diperkuat

loading...
Penanggulangan Bencana Berbasis Sainstek Diperkuat
Penanggulangan Bencana Berbasis Sainstek Diperkuat. (Istimewa).
A+ A-
JAKARTA - Perguruan tinggi (PT) akan memperkuat riset penanggulangan bencana berbasis sains dan teknologi. Sehingga diharapkan akan tersusun roadmap yang baik tentang penanggulangan bencana ini.

Direktur Pengembangan Teknologi Industri, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti Hotmatua Daulay mengatakan, pemerintah melalui Kemenristekdikti sangat fokus terhadap riset kebencanaan. Tahun 2019, katanya, Kemenristekdikti mendanai 858 judul riset kebencanaan di Lemlitbang dan perguruan tinggi seluruh Indonesia.

"Kemenristekdikti sangat senang sekali dengan adanya inisiatif konsorsium ini yang berbasis kepada daerah masing-masing," katanya pada Workshop Penyusunan Rencana dan Peta Jalan Pengembangan Konsorsium Penguatan Kapasitas PT untuk Penanggulangan Bencana Berbasis Sains dan Teknologi di Gedung II BPPT.



Hotmatua menjelaskan bahwa beberapa tahun kebelakang, Kemenristekdikti yang saat itu masih Kemenristek sempat mengupayakan Sistem Inovasi Daerah (SiDA) dengan bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Melalui SiDA, setiap daerah berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik dalam menciptakan inovasi.

"Kami juga dapat memfasilitasi program dan kegiatan seperti ini kedepannya agar Roadmap yang telah tersusun dapat terlaksana dengan baik, sehingga daerah lain mengikuti.” Lanjut Hotmatua.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal menyampaikan, Menristekdikti menyampaikan kepada Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Resiko Bencana (FPT-PRB) agar memperkuat kerjasama antar perguruan tinggi dalam pengurangan resiko bencana. Samsul berharap, pada pertemuan kali ini akan tersusun roadmap terkait penanggulangan bencana berbasis sains dan teknologi.

“Saat ini kita mulai dari 3 perguruan tinggi, kedepan akan lebih luas lagi," katanya.

Workshop ini diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Kemenristekdikti. Dalam kegiatan ini, dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman antar 3 perguruan tinggi yang daerahnya pernah terdampak langsung bencana alam besar, yaitu Universitas Syiah Kuala dari Banda Aceh, Universitas Tadulako dari Palu, dan Universitas Mataram dari Lombok tentang Pengembangan dan Penguatan Kapasitas Perguruan Tinggi untuk Penanggulangan Bencana Berbasis Sains dan Teknologi.

Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan oleh pihak Kemenristekdikti. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Direktur Jenderal Belmawa Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, kesadaran masyarakat untuk siaga bencana harus ditingkatkan. Terutama juga dikalangan mahasiswa. Ismunandar mengatakan pentingnya meningkatkan kapasitas untuk menghadapi bencana. “Kapasitas diri sendiri dan lembaga, yaitu perguruan tinggi yang dalam praktiknya menduduki posisi yang sentral untuk mengajak mahasiswa menjadi peduli dengan kesiapsiagaan” ujarnya. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak