alexametrics

LAPSUS PENDIDIKAN

Menuju SDM Inovatif, Kreatif, dan Berdaya Saing Tinggi

loading...
Menuju SDM Inovatif, Kreatif, dan Berdaya Saing Tinggi
Menuju SDM Inovatif, Kreatif, dan Berdaya Saing Tinggi. (Pexel).
A+ A-
Pemerintah menyiapkan berbagai program untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi untuk kebutuhan dunia industri mulai dari beasiswa hingga pengembangan riset dan inovasi.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun ini mendapat anggaran Rp41,26 triliun untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul. Program penyiapan generasi milenial ini mulai dari beasiswa mahasiswa, dosen, peneliti dan perekayasa hingga pengembangan riset dan inovasi.

“Mereka merupakan tulang punggung dalam menjadikan SDM Indonesia Inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pembangunan SDM 2019 dilakukan dengan pemberian beasiswa sebagai salah satu pengungkit agar semua mahasiswa bisa kuliah.



Oleh karena itu, beasiswa Bidikmisi pun akan diberikan kepada mahasiswa tidak mampu. Tahun ini disediakan anggaran Rp4,43 miliar untuk 430.961 mahasiswa pada 2019. Pemerintah juga menjangkau anak-anak yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (Adik) sebanyak 7.148 anak dan dengan dana mencapai Rp118,28 miliar.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada pendidikan vokasi dengan menganggarkan anggaran revitalisasi pendidikan vokasi Rp350 miliar. Dengan program revitalisasi ini diharapkan pendidikan vokasi di Indonesia mampu menciptakan lulusan terampil dengan kompetensi mumpuni. Ada 12 politeknik yang akan mendapatkan manfaat dari program revitalisasi pendidikan vokasi.

Bagi kalangan milenial yang memiliki ide dan inovasi untuk diterapkan ke dunia bisnis, Kemenristekdikti akan memberikan insentif dalam bentuk bimbingan (inkubasi) dan dana. Anggaran untuk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) atau startup teknologi meningkat hampir 100% dari sebelumnya Rp62 miliar untuk 105 tenants menjadi Rp295 miliar untuk 295 tenants.

Selain memberikan peningkatan anggaran untuk startup teknologi, untuk hasil penelitian yang dihilirisasi menjadi prototipe industri, Kemenristekdikti meningkatkan anggaran dari Rp51 miliar untuk 25 prototipe pada 2018 menjadi Rp75 miliar untuk 73 prototipe pada 2019.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan, ada tiga literasi baru yang perlu diajarkan kepada mahasiswa agar sesuai dengan kebutuhan industri di dunia yang serba digital ini. Jika literasi lama itu hanya mengajarkan pada konsep membaca, menulis, dan menghitung, maka tiga literasi baru harus disesuaikan dengan dunia yang berbasis digital.

Literasi baru itu adalah data, teknologi, dan manusia. Dengan adanya tiga literasi baru ini, maka relevansi antara pendidikan dan pekerjaan bisa disesuaikan dengan perkembangan iptek dan memperhatikan aspek kemanusiaan.

Diketahui, literasi data adalah kemampuan seseorang untuk membaca serta juga menganalisis dan membuat konklusi berpikir berdasarkan big data yang dimiliki. Sementara literasi teknologi ialah memahami cara kerja mesin, lalu memanfaatkan dan mengolah datanya untuk diterapkan di dalam penggunaannya.

Sementara literasi manusia menjadi penting karena tidak semua manusia memahami bagaimana menjalankan fungsinya dan berinteraksi dengan baik di lingkungannya. Dia menjelaskan, selain tiga literasi baru itu, maka penyiapan SDM saat ini tidak boleh terlepas dari pembudayaan pembelajar sepanjang hayat yang harus dimasukkan ke dalam kurikulum perguruan tinggi.

Dia menyampaikan, jika pemerintah telah mendorong literasi baru tadi dengan berbagai kegiatan kolaborasi bersama kementerian lain agar terciptanya digital talent yang dibutuhkan di masa depan. “Intinya, kita menyiapkan lulusan perguruan tinggi yang lebih banyak, relevan dan bermutu,” kata Ismunandar.

Di era yang serba digital ini pun, kata dia, sudah memunculkan berbagai pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pelajaran kewirausahaan. Lulusan pendidikan tinggi perlu memiliki jiwa kewirausahaan, sebab dari merekalah nanti akan menciptakan jenis-jenis pekerjaan baru di masa depan.

“Kita mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan kewirausahaan dalam kurikulum. Juga melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan,” katanya.

Mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Washington DC ini menjelaskan, pemerintah mendorong mahasiswa agar selama kuliah memiliki pengalaman praktik industri. Karena itu, Kemenristekdikti bekerja sama dengan berbagai industri swasta maupun BUMN menyelenggarakan magang bersertifikat. Sertifikat ini akan menjadi nilai tambah di dalam portofolio mahasiswa. Ismunandar mengatakan, berbagai kegiatan kemahasiswaan, seperti lomba, kegiatan seolahragaan, dan minat sekarang yang juga mengintegrasikan kemampuan-kemampuan digital tersebut.

Kunci untuk menjadi SDM pemenang di kancah global adalah kalau semua lini sendi kehidupan menjadi pintar. Misalnya dengan adanya gawai pintar, rumah pintar, ataupun kota pintar, maka manusianya harus lebih pintar lagi. Tetapi juga tidak boleh meninggalkan aspek manusiawi. “Manusia yang lebih kreatif, punya leadership yang baik, empati, yang akan memenangkan persaingan,” katanya. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak