alexametrics

Gubernur Lemhanas Minta KPU Perbaiki Kesalahan Secara Transparan

loading...
Gubernur Lemhanas Minta KPU Perbaiki Kesalahan Secara Transparan
Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat memberikan keterangan pers menyikapi situasi terkini setelah Pemilu 2019 di Gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019). Foto/SINDOnews/Sucipto
A+ A-
JAKARTA - Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki kekurangan dan kesalahannya dalam penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Kepada Komisi Pemilihan Umum agar melakukan perbaikan atas kesalahan dan kekurangannya secara transparan dan akuntabel, dan kepada seluruh komponen masyarakat atas civil society melakukan pengawasan independen atas kerja KPU ini termasuk dalam menyikapi catatan kekurangannya,” ujarnya saat memberikan keterangan pers menyikapi situasi terkini setelah Pemilu 2019 dari Perpektif Ketahanan Nasional di Gedung Lemhanas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

Agus menyebut, penyelenggaraan pemilihan umum yang lalu tidak berlangsung tanpa cacat, dan kekurangan. Menurut dia, tidak ada yang melarang untuk menyatakan temuan atas kekurangan ini, namun pencarian solusi atas perbedaan harus dilakukan berdasarkan kaidah demokrasi untuk membangun kesepakatan berdasarkan musyawarah. “Di atas kearifan tersebut adalah trust yang kita berikan kepada lembaga fungsional untuk melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai bagian dari pelaksanaan pemilihan umum,” katanya.



Mencermati situasi terkini paska Pemilu 2019, Agus melihat masyarakat kini telah terpolarisasi. Hal ini terlihat dengan adanya konflik antar kelompok di media sosial. Berdasarkan indikator kualitas toleransi sesama anak bangsa, kualitas persatuan bangsa Indonesia sejak dibukanya keran demokrasi pada 1998, mengalami kemunduran. Kondisi ini, perlu diwaspadai.

Dari hasil Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) Lemhanas mencatat sejak 2010 kualitas toleransi bangsa Indonesia mengalami penurunan. Hal ini terlihat dengan dengan tingginya tingkat intoleransi yang ditandai dengan masih maraknya konflik sosial di kalangan masyarakat, begitu juga masalah kerukunan sosial maupun solidaritas sosial kita.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas. “Pemilu dan Pemilihan Presiden 2019 telah mendapatkan apresiasi dan kekaguman dari negara lain dengan mengalirnya ucapan selamat dari berbagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Kita telah menyelenggarakan pemilihan umum 2019 dengan baik, walaupun pemilihan umum diselenggarakan dalam kondisi tidak mudah,” katanya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak