alexametrics

Tunggu Hitungan KPU, Perindo Optimistis Lolos ke Parlemen

loading...
Tunggu Hitungan KPU, Perindo Optimistis Lolos ke Parlemen
Ketua DPP Perindo Bidang Komunikasi dan Media Massa Arya Sinulingga meyakini, ada ruang bagi Perindo di parlemen tercermin dari hasil hitung cepat. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Partai Perindo optimistis lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) 4 persen pada Pemilu 2019. Perindo kini fokus mengawal perolehan suara sambil menunggu real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua DPP Partai Perindo Bidang Komunikasi dan Media Massa Arya Sinulingga meyakini, ada ruang bagi Perindo di parlemen. Hasil hitung cepat lembaga survei juga memberikan gambaran atas keyakinan tersebut.

"Kan ada berapa lembaga survei itu seperti LSI Denny JA yang mengatakan bahwa (suara) Perindo itu 3,1 persen lebih. Ada yang menyebut 3,2 persen juga. Margin of error di quick count kan 1 persen. Jadi untuk mencapai 4 persen masih ada ruang dong," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat Senin (24/4/2019).



Arya menuturkan, Perindo tetap menunggu real count KPU yang hasilnya akan diumumkan pada Mei mendatang. Sesuai arahan partai, kini seluruh kader dan caleg fokus mengawal perolehan suara mereka.

Sebelumnya dalam hitung cepat LSI Denny JA, Perindo berpeluang menembus PT bila mempertimbangkan perolehan suara dan margin of error.

“Partai Perindo yang angkanya 3 persen lebih (3,18 persen), dan margin of error kita 1 persen mungkin lolos masuk ke parlemen,” ujar Denny JA saat menggelar konferensi pers hasil quick count Pilpres dan Pileg 2019 di Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Sementara itu mengenai Pilpres 2019, Arya memastikan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul berdasarkan quick count. Menurut dia, selisih perolehan suara dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sangat jauh sehingga hampir pasti Jokowi-Ma’ruf yang terpilih.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak