alexametrics

Puluhan Petugas KPPS Wafat, Mendagri Setuju Pemilu Serentak Dievaluasi

loading...
Puluhan Petugas KPPS Wafat, Mendagri Setuju Pemilu Serentak Dievaluasi
Petugas KPPS membantu pendistribusian logistik Pemilu di Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa 16 April 2019. Foto/SINDOnews/Maman Sukirman
A+ A-
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku prihatin dengan banyaknya petugas pemilihan umum (pemilu) yang meninggal akibat kelelahan dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan pemilu.
Hingga saat ini sudah puluhan orang meninggal dan jatuh sakit usai melaksanakan tugasnya menyelenggarakan Pemilu Serentak, Rabu 17 April lalu.

“Kami menunggu usulan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Itu saja secara prinsip. Ya saya yakin pemerintah akan memberikan penghargaan tapi kalau soal anggaran itu biar nanti Bawaslu dulu fix-nya berapa yang sakit, berapa yang gugur termasuk KPPS-nya termasuk para anggota Polri ya,” tutur Mendagri kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (22/4/2019) siang, seperti dikutip dari setkab.go.id.

Mendagri setuju dengan usulan dilakukannya evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu serentak yang melelahkan, dan telah meminta banyak korban jiwa itu.



Kendati demikian, dia masih menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu.

“Kami tidak ingin mendesak dulu, tapi setelah pengumuman KPU resmi nanti kemungkinan awal pemerintahan baru akan membahas bersama dengan DPR. Saya kira ini harus dibahas dengan DPR baru,” tutur Mendagri

Dia meyakini KPU sudah membuat evaluasi. Kemendagri juga sudah membuat evaluasi yang menyangkut keputusan MK, keserentakan itu apakah harus hari, tanggal, jam, bulan yang sama.
Begitu juga dengan mengenai masa kampanye apakah harus sekian bulan, itu saja. “Saya kira yang penting bagaimana membangun sebuah sistem pemilu yang demokratis tetapi yang lebih efektif, lebih efisien,” tutur mantan anggota Komisi I DPR ini.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak