alexametrics

Keunggulan Jokowi di Quick Count Sesuai Prediksi Pakar Internasional

loading...
Keunggulan Jokowi di Quick Count Sesuai Prediksi Pakar Internasional
Calon presiden petahana Joko Widodo saat menyalurkan suaranya di TPS Gambir, Jakarta Pusat, Rabu 17 April 2019. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A+ A-
JAKARTA - Beberapa pakar di luar negeri sudah memprediksi kemenangan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.Menurut mereka margin kemenangan Jokowi memang pas dengan apa yang mereka prediksi. Hasil yang dinilai sudah lebih dari cukup sebagai modal legitimasi pemerintahan jilid kedua.
"Kami sudah menduga kemenangan Jokowi," kata Peter Mumford dari Uerasia Group, konsultan politik yang bermarkas di New York seperti dikutip dari iNews.id, Kamis (18/4/2019).

Menurut dia, kemenangan Jokowi masih di angka 50-an persen membuat pemerintahan akan lebih dinamis. Karenanya, sebuah keniscayaan bagi Jokowi untuk merangkul partai nonkoalisi di pemerintahannya.

Sementara itu pakar Indonesia dari Australian National University, Greg Fealy, menanggapi kemenangan Jokowi dengan positif. Menurut dia, Jokowi berkomitmen untuk menghilangkan ketertinggalan dalam pemerintahannya.



"Ia bertekad untuk menciptakan dampak terbesar dalam kehidupan nasional yang bisa dilakukannya, ia ingin melakukan banyak pembangunan, ia ingin lebih banyak lagi infrastruktur, ia ingin kesejahteraan yang lebih besar lagi, ia ingin meninggalkan warisan," kata Fealy.

Fealy mengatakan, baru-baru ini Indonesia sedang menegosiasikan perdagangan bebas dengan Australia. Termasuk membebaskan tarif banyak barang dan jasa, serta mengizinkan universitas-universitas Australia membangun kampus di Indonesia. Hal ini mencerminkan naluri pasar Jokowi, seorang mantan pengusaha dan eksportir besar.

Sebagai presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari kalangan elit politisi, militer dan pengusaha, dalam periode pertamanya, Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Dia membangun jalan, rel, pelabuhan, dan bandara di seluruh kepulauan di Indonesia.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak