alexametrics

Semua Pihak Diimbau Hormati Hasil Akhir Pemilu 2019

loading...
Semua Pihak Diimbau Hormati Hasil Akhir Pemilu 2019
Warga menggunakan hak pilih dalam pemilu serentak di TPS unik bertema Bhineka Tunggal Ika, di RW 08 Perumahan Rungkut Mapan Barat, Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu 17 April 2019. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono mengimbau semua pihak untuk menghormati hasil Pemilu 2019.

Menurut dia, integritas dan martabat akan terlihat dari rasa hormat terhadap hasil akhir penghitungan. Dia mengajak semua elemen mengawasi proses dan menghormati hasilnya.

"Pemilihan umum yang berjalan jujur dan adil akan menghasilkan pemerintahan kuat di mata rakyat," ujar Panut.



Tidak sekadar gempita menyambut pesta demokrasi, kata dia, imbauan itu justru penting setelah pelaksanaan pemungutan suara. Unsur kejujuran dan unsur keadilan mutlak dibutuhkan rakyat.

Panut menilai sikap jujur dan adil merupakan proses penting kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus diletakkan dalam konteks demokrasi. Tujuannya agar mampu mewujudkan masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

Menurut dia, harus ada etika dalam usaha mencapai kemenangan dan mewujudkan hak setiap orang dalam mendukung kandidat, yakni tidak melalui cara-cara mengorbankan keutuhan bangsa dan negara.

"Berpolitik dan berdemokrasi secara bermartabat, menjaga proses pemilu agar berjalan secara jujur, adil dan damai," tutur Panut.

Dia menekankan, masyarakat dapat berperan dengan menolak politik uang dan membatasi peredaran berita bohong serta memastikan semua pemilih bisa memberikan suara secara aman tanpa intimidasi.

Masyarakat juga dikatakannya harus didorong untuk aktif menggunakan hak pilih sebagai ekspresi kedaulatan rakyat. Kemudian mengawasi proses pemungutan suara dan menghormati hasil pemilu dengan jiwa besar.

Jika ada keberatan, sambung dia, masyarakat ditekankan untuk menghormati peraturan bukan justru main hakim sendiri dengan people power."Harus menggunakan cara-cara yang sepenuhnya konstitusional," ujarnya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak