alexametrics

KPU Yakin Partisipasi Pemilih Meningkat Dibanding Pemilu 2014

loading...
KPU Yakin Partisipasi Pemilih Meningkat Dibanding Pemilu 2014
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui, pihaknya belum bisa menyimpulkan berapa persen partisipasi pemilih pada pemilu 2019 ini. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengakui, pihaknya belum bisa menyimpulkan berapa persen partisipasi pemilih pada pemilu 2019 ini.

Sebab menurutnya, KPU selalu menggunakan data riil untuk melihat tingkat partisipasi pemilih secara nasional.

"Kalau melihat gambar berapa pemilih di TPS di dalam negeri, di luar negeri memang terlihat antusiasme pemilih meningkat. Tapi menyimpulkan berapa prosentasi kami belum punya datanya," ujar Arief saat dihubungi SINDOnews, Kamis (18/4/2019).



Arief menegaskan, untuk melihat secara riil berapa jumlah partisipasi pemilih pada 2019 bisa diumumkan nanti pada 22 Mei setelah penghitungan secara manual dilakukan berjenjang dilakukan dari semua tingkatan mulai dari TPS, lanjut ke Kecamatan hari ini, dan tingkat kabupaten/kota, provinsi sampai pusat.

Menurut Arief, yang bisa disampaikan KPU untuk melihat berapa jumlah partisipasi pemilih dengan melihat laporan-laporan yang masuk dari TPS. "Tetapi apakah terjadi peningkatan atau tidak ya harus kita tunggu sampai KPU melakukan rekap," ujarnya.

Arief menuturkan, secara umum dari total 810 ribu TPS lebih, 99,72 persen itu dilaporkan bahwa pemungutan suara berjalan dengan baik. Kemudian sebanyak sekira 2.226 memang tidak bisa melaksanakan pemungutan, bukan karena disebabkan adanya kekacauan, melainkan karena logistiknya belum bisa sampe tepat waktu.

"Ya angkanya kita tidak bisa menyimpulkan ya. Tapi ukuran-ukuran masyarakat di TPS itu (jumlahnya) meningkat," tandasnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak