alexametrics

Usai Mencoblos, Megawati: Silakan Pilih yang Terbaik

loading...
Usai Mencoblos, Megawati: Silakan Pilih yang Terbaik
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan pers usai mencoblos di TPS 62, Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri mengingatkan agar masyarakat Indonesia memilih orang yang berpengalaman dan cara kerjanya.

“Jangan melihat orang, tapi juga lihat cara kerja dan pengalaman kerjanya. Sehingga pendidikan politik bagi rakyat akan terus berjalan,” kata Mega usai mencoblos di TPS 62, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Mega yang didampingi sejumlah keluarga besarnya, Puan Maharani dan Prananda serta sejumlah cucunya mencoblos sekitar pukul 10 pagi. Tak berapa lama, keluarga presiden ke lima Republik Indonesia ini kemudian masuk ke bilik suara dan mencoblos.



Usai mencoblos, Mega mengingatkan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya. Sejak kemerdekaan Indonesia di proklamirkan oleh Bung Karno. Kata Mega, Indonesia telah berdaulat, sebagai rakyat, hak dan kewajiban itu telah ada.

Dalam kesempatan itu, Mega kemudian menilai ketika diminta negara berpesta demokrasi Pemilu. Sejumlah rakyat harus bersyukur, ia pun berharap semuanya akan berjalan baik.

“Namanya pilihan, silakan pilih yang terbaik. Yang terbaik bagi apa? Bagi menjalankan pemerintahan Indonesia,” tuturnya.

Masih dalam suasana pencoblosan, Mega mensyukuri dengan keterlibatan empat cucu yang berpartisipasi dalam Pemilu. Sebagai pemilih pemula, ia mengingatkan agar keempatnya agar terus mengikuti pemilu.

Sebab, Pemilu di Indonesia telah berjalan sejak 1955, karena itu bukan barang baru. Termasuk soal awak media dan masyarakat. Mega mengingatkan informasi hal baik harus disampaikan. “Jangan menyebarkan hoaks, kebencian. Kita WN bersama loh bukan WN asing,” ucapnya.

Apapun hasilnya nanti, kata Mega, semua harus merasakan kegembiran. Ia kemudian mencontohkan saat mencoba maju Pilpres di tahun 2009, kala itu dirinya kalah. “Saya ndak ribut sudah ketawa saja, kita makan-makan. Itu pilihan rakyat,” tutupnya.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak