alexametrics

Dua Metode Tanoto Foundation Tingkat Kualitas SDM Guru dan Siswa

loading...
Dua Metode Tanoto Foundation Tingkat Kualitas SDM Guru dan Siswa
Tanoto Foundation terus berupaya meningkatkan pendidikan dasar di Indonesia dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Tanoto Foundation berupaya meningkatkan pendidikan dasar di Indonesia dengan memperbaiki kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah. Salah satunya melalui pogram PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran).

Dengan sekira 250.000 sekolah di Indonesia, penting untuk mendorong peran serta pihak lain dalam peningkatan kualitas pendidikan. Tanoto pun mengirimkan tenaga pengajar ke beberapa daerah.

Salah satunya ibu Tiominar atau yang akrab dipanggil Timi adalah seorang guru yang mengajar di kelas VI SDN 115520 Sidodadi, Pangkatan, Sumatera Utara. Dia memiliki pengalaman sekitar 21 tahun dalam bidang pendidikan, khususnya dalam mengajar.



Baginya, menjadi guru merupakan sebuah tugas yang sangat penting, karena bisa menentukan masa depan seorang anak. Dalam menjadi tenaga pengajar ini, Timi ingin meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi yang mana mayoritas warga tersebut belum banyak yang lulus sekolah dasar.

Hal ini dilatarbelakangi oleh pekerjaan orang tua dan kurangnya informasi mengenai pentingnya pendidikan. "Jadi, saya pas awal-awal datang ini kaget ya karena di sini banyak yang enggak lulus SD karena banyaknya yang umur 10 tahun sudah menikah apalagi pekerjaan orang tua mereka membuat anak-anak di sini jadi kurang pentingnya pendidikan," ujar Timi di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dia pun menerapkan dua metode dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sidodadi, yakni dengan metode Pakem dan Mikir. Kedua metode ini sangat efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan terhadap anak-anak.

Pasalnya, dua metode ini memberikan arahan dan informasi mengenai kreativitas yang ditampilkan secara visual dan nyata. Sehingga, baik anak-anak maupun para guru dapat menambah wawasan yang luas.

"Saya menerapkan metode Mikir dan Pakem dan alhasil mereka pun jadi sangat tinggi dalam pendidikan. Dan meningkatkan minat baca mereka karena kita tidak hanya menampilkan dalam sebuah video, tapi ada praktik langsungnya. Jadi buat kita semakin berkembang," katanya.

Dalam menerapakan dua metode ini, Timi pun sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, banyaknya guru maupun siswa yang tidak mengerti maksud dalam dua metode ini dan susah menangkap dikarenakan faktor pendidikan.

"Ya, memang tidak semudah yang kita bayangkan, tapi ini kan metodenya juga harus kita kenalkan jadi masih banyak yang enggak ngerti dan sulit, tapi pas kita praktikan, eh mereka tahu oh jadi begini. Memunculkan banyak kreativitas," paparnya.

Dua metode ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini membuat banyak murid yang berprestasi setelah mendapatkan pelajar dengan metode ini.

"Ya, benar sekali, jadi ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, didmana pas setelah mendapatkan pelatihan kita banyak siswa yang berprestasi bahkan masuk olimpiade," katanya.

Dia pun berharap, dua metode ini bisa terus disalurkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Apalagi, kualitas pendidikan menjadi faktor yang penting dalam memajukan Indonesia.

"Ya, semoga dengan adanya pelatihan ini dan saya sebagai pengajar di sini bisa membantu dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia. Pasalnya, pendidikan merupakan unsur yang penting," ujarnya.

Pakem merupakan salah satu jenis skenario pembelajaran yang berupa langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas bersama para siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Metode ini membantu siswa memahami suatu pelajaran, guru membuat langkah-langkah pembelajarannya secara berurutan yang akan dilaksanakan oleh siswa. Di dalam skenario pembelajaran, ada pengelolaan kelas, ada model belajarnya, ada medianya, dan ada tesnya. Pengelolaan kelas seperti tugas tersebut diberikan secara individu, berkelompok, atau berpasangan.

Sedangkan metode Mikir adalah pembelajaran dengan model MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi), merupakan langkah-langkah di dalam skenario pembelajaran.

Kondisi seperti apa yang menunjukkan siswa telah mengalami? Maka, guru membuat kegiatan yang menunjukkan siswa sudah mengalami. Contohnya, kegiatan siswa di kelas dan atau luar kelas dengan melakukan pengamatan.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak