alexametrics

Tiga Rumah Terduga Teroris di Bandung Barat Digeledah Densus 88

loading...
Tiga Rumah Terduga Teroris di Bandung Barat Digeledah Densus 88
Tim Densus 88 yang dibantu petugas dari Polres Cimahi saat melakukan penggeledahan salah satu rumah terduga teroris. Foto/Istimewa/Dok
A+ A-
BANDUNG BARAT - Tim Densus 88 dengan dibantu petugas dari Polres Cimahi melakukan penggeledahan tiga rumah terduga teroris yang terkait dengan Jaringan Ansaru Daulah (JAD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Rumah pertama milik W di Gang Hegarwangi, RT 02/17, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, kemudian di rumah AI di Kampung Ranca Blok Carik, RT 3/2, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, dan DN di Kampung Legok Nangka RT 02/09, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang.

Dari ketiga rumah tersebut, petugas menemukan buku-buku, senjata tajam, hp, laptop, dua buah tas rangsel berisikan pakaian bekas latihan, tenda, dan beberapa identitas KTP.



Penggeledahan tersebut dilakukan Tim Densus 88 dalam tiga tahap secara maraton sejak pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB.

"Kaget melihat banyak polisi dari pagi, saya kira ada apa taunya lagi meriksa sama menggeledah," kata salah seorang warga, Rosita (45) saat ditemui di lokasi, Jumat (5/4/2019).

Penggeledahan ini merupakan pengembangan dari telah ditangkapnya terduga teroris SHC (44) di Kampung Cibungur RT 02/11, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, KBB, pada Kamis 4 April 2019.

Tidak hanya itu pada hari yang sama, Tim Densus 88 juga mengamankan terduga teroris lainnya berinisial DN di Kampung Legok Nangka RT 02/09, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, KBB.

Sama seperti SHC yang melakukan perlawanan dan sempat melukai empat petugas dengan pisau, DN juga saat akan ditangkap melawan ke petugas. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online itu diringkus sekitar pukul 08.00 WIB sekitar 150 meter dari rumahnya ketika hendak membeli air isi ulang.

Dia sempat melakukan perlawanan, sebelum akhirnya diambil tindakan tegas dengan melumpuhkannya. Heri, salah seorang kerabat dari DN menyebutkan, sebelum penangkapan terjadi dirinya mendapatkan infromasi ada aparat yang datang ke wilayahnya sekitar dua minggu lalu.

Namun, dia tidak mengetahui siapa yang sedang dituju atau menjadi target operasi dari Tim Densus 88. Bahkan dia juga tidak menyangka jika yang menjadi target adalah salah seorang kerabatnya, sebelum akhirnya melihat DN dibawa petugas.

"Densus udah dua minggu ke belakang datang ke sini. Ada DPO (daftar pencarian orang) katanya. Saya enggak tahu siapa, dan enggak curiga apa-apa," ujarnya.

Sementara saksi mata Sandi (35) mengatakan, melihat DN menggunakan sepeda motor dari arah rumahnya sambil membawa galon. Sepulangnya dari warung, petugas kemudian menyergapnya di perjalanan.

Sebelum penangkapan, dia melihat beberapa sepeda motor yang diduga disiagakan oleh petugas polisi tak berseragam untuk mengantisipasi pelaku kabur. "DN sempat melawan saat sejumlah petugas menangkapnya. Dan saya melihat ada petugas yang lengannya berdarah," ungkapnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak