alexametrics

Peringati 2 Tahun Teror Novel Baswedan, WP KPK Siapkan Panggung Rakyat

loading...
Peringati 2 Tahun Teror Novel Baswedan, WP KPK Siapkan Panggung Rakyat
Wadah Pegawai (WP) KPK menyiapkan panggung rakyat guna memperingati dua tahun kejadian teror penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK Novel Baswedan. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyiapkan panggung rakyat guna memperingati dua tahun kejadian teror penyiraman air keras terhadap Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan.

"Minggu depan atau tepatnya tanggal 11 April 2019, KPK akan memperingati teror penyiraman air keras terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebabkan matanya hampir buta namun pelakunya belum tertangkap. Untuk itulah WP KPK mengadakan acara Panggung Rakyat Antikorupsi," ujar Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada KORAN SINDO, Jumat (5/4/2019).

Novel Baswedan diteror dan diserang dengan penyiraman air keras ke wajahnya oleh dua orang pada Selasa 11 April 2017. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah Novel keluar masjid usai menunaikan salat Subuh.



Yudi melanjutkan, Panggung Rakyat Antikorupsi berisi sejumlah kegiatan antara lain deklarasi antiteror terhadap KPK, sarasehan budaya oleh Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), dan konser musik antikorupsi. Untuk acara ini, WP KPK menyebarkan 1.000 undangan kepada tokoh nasional, organisasi-organisasi yang pro pemberantasan korupsi, hingga kepada para mantan pimpinan sejak periode awal KPK dibentuk yakni 2003.

Undangan tersebut juga disebarkan ke mantan pegawai KPK yang saat ini bekerja di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kepolisian, kejaksaan, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan lainnya.

"Ini untuk mendeklarasikan Stop Teror kepada pegawai dan pimpinan KPK sekaligus meminta agar kasus-kasus teror kepada pimpinan dan pegawai KPK harus diungkap dengan meminta dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen yang langsung di bawah presiden," tegasnya.

Yudi yang juga bertugas sebagai penyidik KPK ini membeberkan teror terhadap para pegawai hingga pimpinan KPK sangat jelas merupakan upaya pelemahan KPK di tengah gencarnya KPK menangkap koruptor sesuai harapan rakyat Indonesia. Karenanya peringatan 2 tahun teror dan penyerangan terhadap Novel Baswedan merupakan sebuah momentum penting.

"Sehingga peringatan ini sekaligus momentum bahwa persoalan kejahatan kemanusiaan kepada penegak hukum harus dituntaskan sekaligus simbol bahwa rakyat Indonesia bersatu melawan korupsi," ucapnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak