alexametrics

Hapus Pajak Motor, PKS Ingin Tegakkan Keadilan Ekonomi bagi Rakyat Kecil

loading...
Hapus Pajak Motor, PKS Ingin Tegakkan Keadilan Ekonomi bagi Rakyat Kecil
Presiden PKS, M Sohibul Iman menegaskan komitmen perjuangan politik partainya dalam membela nasib rakyat kecil dengan memberikan penghapusan pajak motor bagi 100 juta rakyat kecil. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman menegaskan komitmen perjuangan politik partainya dalam membela nasib rakyat kecil dengan memberikan penghapusan pajak motor bagi 100 juta rakyat kecil.

Komitmen perjuangan PKS, kata Sohibul, didasari dari kebijakan ekonomi rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selama ini hanya berpihak kepada kelompok-kelompok kelas atas melalui program pengampunan pajak bagi para konglomerat dan pemodal nakal.

"Jika Presiden Jokowi mengampuni pajak para konglomerat dan pemodal nakal yang menyimpan ribuan triliun dananya di luar negeri dengan program Tax Amnesty. Maka izinkanlah, kami Partai Keadilan Sejahtera memperjuangkan penghapusan pajak sepeda motor bagi 100 juta rakyat kecil," ujar Sohibul melalui keterangannya, Minggu (24/3/2019).



Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menuturkan bahwa janji penghapusan pajak sepeda motor ber-cc kecil ini adalah bukti bahwa PKS ingin menegakkan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Bagi PKS, membela hak ekonomi 100 juta rakyat kecil yang menggunakan motor lebih utama dibandingan membela kepentingan segelintir elite pemodal besar yang komitmen kebangsaannya kita ragukan," kata Sohibul.

Mantan Rektor Paramadina ini mengingatkan bahwa salah satu tugas utama negara adalah menghadirkan rasa keadilan dan rasa kesetaraan di antara warganya.

"Negara harus bisa memastikan hadirnya rasa keadilan bagi seluruh rakyatnya. Tanpa ada rasa keadilan, persatuan bangsa akan sulit terwujud,” pungkas Sohibul.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak