alexametrics

Sebulan Jelang Pilpres, Jarak Elektabilitas Jokowi-Prabowo Masih Tebal

loading...
Sebulan Jelang Pilpres, Jarak Elektabilitas Jokowi-Prabowo Masih Tebal
Sandiaga Uno mencium tangan KH Ma'ruf Amin dalam debat perdana Pilpres 2019 di Balai Sarbini, 17 Februari 2019. Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Kurang sebulan menjelang pemilihan presiden, elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dinilai belum menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.

Apalagi elektablitas pasangan nomor urut 02 itu masih tertinggal cukup jauh dari pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan, hasil survei lembaganya menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi masih belum beranjak dari kisaran 30%.



Sekalipun debat capres dan cawapres sudah berlangsung tiga kali, namun kubu penantang belum juga mampu mempertipis jarak ketinggalannya.

Di sisi lain, suara Jokowi masih berada di atas 50%. "Kisaran suara jokowi 51,8 persen sampai 55,4 persen. Sementara dari sisi Prabowo, 32 sampai 37,3 persen. Jadi ruangnya (ekeltabilitasnya-red) masih di situ," kata Hasanudin, Jumat (22/3/2019).

Tebalnya jarak keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandi dinilai sejalan dengan hasil survei hampir seluruh lembaga. Alhasil kampanye terbuka yang akan dibuka mulai Minggu 24 Maret 2019 membuka peluang bagi Jokowi untuk terus memperlebar jarak keunggulannya atas Prabowo.


Hasanudin menilai kampanye terbuka akan memiliki dua fungsi penting. Pertama, semakin menyolidkan pemilih yang sudah menentukan pilihan.

"Kedua adalah mengukur militansi pemilih. Militansi bisa diukur dengan seberapa militannya pendukung untuk hadir ke kampanye. Sebab bagaimanapun juga pemilu itu adalah kesukarelaan untuk memilih. Militansi pemilih akan terlihat dari kehadiran mereka nanti ke TPS," kata Hasanudin.

Kampanye terbuka juga menjadi kesempatan kedua pasangan untuk meyakinkan pemilih yang belum menentukan suaranya. Karena itu, dalam kampanye terbuka pasangan calon diimbau untuk tak sekadar kampanye simbol tapi juga program.

Kampanye program merupakan hal yang selalu dilakukan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Ini seperti kampanye sosialisasi program pra-kerja, sembako murah, serta beasiswa di jenjang perguruan tingggi.


Sebelumnya, Anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasbullah Thabrany mengkritik gaya kampanye Sandiaga Uno yang lebih mengangkat kasus individu warga.

Menurut Hasbullah, masalah satu orang belum bisa dikatakan mewakili masalah Indonesia secara umum.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak