alexametrics

Masih Bermasalah, Program OKE OCE Belum Layak Jadi Program Nasional

loading...
Masih Bermasalah, Program OKE OCE Belum Layak Jadi Program Nasional
Cawapres Sandiaga Uno di depan mini market OKE OCE di Jakarta. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Program one kecamatan, one center for entrepreneurship (OKE OCE) yang digagas Cawapres 02 Sandiaga Uno dinilai belum tepat kalau diterapkan secara nasional. Alasannya, implementasi program ini dilapangan masih banyak menemui masalah.

Hal tersebut diungkapkan Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus menanggapi gagasan Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Menurut dia, OK OCE merupakan inisiasi yang cukup baik, namun implementasinya di lapangan yang justru menimbulkan masalah.

Sejumlah permasalahan OKE OCE antara lain penggunaan tehnologi oleh masyarakat yang belum sempurna. Padahal OKE OCE mengandalkan teknologi dalam penerapannya.



Masalah seperti masih gapteknya para peserta. Semua calon peserta harus register via email, di tahap ini saja sudah banyak kendala. Banyak yang tidak bisa register. Kemudian dari segi persyaratan lain, banyak yang belum bisa memenuhi.

"Harusnya ada evaluasi dulu di level DKI, sebelum program ini dinaikkan ke level pusat," ujar Ahmad Heri melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (21/3/2019).

Bahkan, selama ini dalam mengembangkan ritel OKE OCE, Pemprov DKI Jakarta justru meminta bantuan kepada peritel lain yang sudah mapan, seperti Alfamart, untuk membantu mengurusi program itu. Oleh sebab itu, jika ingin membangun ekonomi masyarakat, Sandiaga harus memiliki program lain yang lebih baik dan realistis, ketimbang hanya mengusung OK OCE.‎

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, menilai sangat janggal jika program itu justru akan dibawa ke tingkat nasional.

“Sudah jelas, itu program gagal, jadi tak layak juga dibawa ke level nasional. Secara eksistensi keberadaan program ini tak membuahkan hasil, substansinya agak kabur, dan esensinya tak terarah karena tak terkonsep,” kata Jerry di Jakarta.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak