alexametrics

Datangi Kantor DPP Perindo, Pimpinan Indopos Minta Maaf

loading...
Datangi Kantor DPP Perindo, Pimpinan Indopos Minta Maaf
Jajaran pimpinan surat kabar Indopos datang ke Kantor DPP Partai Perindo di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (18/3/2019). Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A+ A-
JAKARTA - Jajaran Direksi dan Redaksi Surat Kabar Indopos mendatangi Kantor Dewan Pimpinaan Pusat (DPP) Partai Perindo di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Kedatangannya untuk menjelaskan mengenai konten berita yang dibuat Indopos yang merugikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT).

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perindo, Ricky Kurnia Margono menyampaikan sebenarnya pihak Indopos sudah memberikan klarifikasi dan hak jawab terhadap pemberitaan tersebut kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin.



Namun hal tersebut dianggap belum cukup, lantaran Indopos belum memberikan hak jawab dan klarifikasi kepada Partai Perindo yang ketumnya merasa dirugikan.

"Karena (Indopos-red) masih belum meminta maaf kepada Pak HT selaku ketum Perindo yang gambarnya memang ada didalam situ, karena itu kami mengundang teman-teman Indopos untuk mengklarifikasi dna bagaimana sikapnya menyikapi hal tersebut," tutur Ricky di Kantor DPP Perindo, Jakarta. Senin (18/3/2019).

Pertemuan kedua belah pihak berlangsung sangat cair, Perindo memaafkan Indopos dan meminta untuk memuat pemberitaan tersebut kembali dan menuliskan bahwa hal itu merupakan hoaks atau berita bohong.

"Saya rasa itu sudah sangat cukup dan mereka berjanji akan menerbitkan satu kali lagi berita tersebut dengan ada gambar Pak HT dan akan dibuatkan berita itu adalah hoaks jadi kami berterima kasih kepada Indopos," ungkapnya

Pemimpin Redaksi Indopos, Juni Armanto menjelaskan kepada Perindo mengenai infografis yang diangkat dari media sosial dan diterbitkan dengan judul Ahok Gantikan Ma'ruf Amin? Yang beredar pada hari Rabu 13 Februari 2019.

Juni juga menyampaikan permintaan maaf seperti hal yang juga disampaikan ke TKN untuk Perindo, dengan memberikan hak jawabnya sebagai ganti kesalahan yang diperbuat jajaran direksinya.

"Jadi teknisnya kita menunggu hasil hak jawab dari kawan-kawan Perindo dan nanti akan dituliskan di Indopos di halaman yang sama," kata Juni.

Artikel berjudul Ahok Gantikan Ma'ruf Amin yang dicetak Indopos pada Rabu 13 Februari 2019 lalu di halaman dua. Dalam sebuah ilustrasi, Indopos membuat lima tahapan proses digantikannya Ma'ruf dengan Basuki Tjahaja Purnala alias Ahok.

Tahapan pertama dalam ilustrasi menggambarkan terpilihnya Jokowi-Ma'ruf sebagai kepala negara periode 2019-2024. Selanjutnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu akan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.

Dalam tahapan kedua, kekosongam kursi wakil presiden akan diisi oleh Ahok yang baru saja bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Fase ketiga, Jokowi akan mengundurkan diri dengan berbagai alasan dalam masa Pemerintah Jokowi-Ahok.

Tahapan keempat, Ahok akan menggantikan Jokowi sebagai presiden serta mengangkat Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai wakil presiden. Tahapan kelima, pasangan Ahok-HT akan berupaya mencari suksesor mereka di Pemilu 2024 sebagai tujuan akhir.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak