alexametrics

Penunjukkan Suharso Monoarfa Sebagai Plt Ketum PPP Sudah Tepat

loading...
Penunjukkan Suharso Monoarfa Sebagai Plt Ketum PPP Sudah Tepat
Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai penunjukkan Suharso Monoarfa (dua dari kanan) sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah tepat. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai penunjukkan Suharso Monoarfa sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah tepat.

"Hemat saya tepat sekali karena beliau tokoh senior PPP yang dihormati internal," katanya saat dihubungi, Minggu (18/3/2019).

Suharso Monoarfa menjadi Plt Ketua Umum PPP menggantikan ketua umum sebelumnya, Romahurmuziy, yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Romi resmi diberhentikan sebagai Ketua Umum PPP dalam rapat pengurus harian DPP PPP yang juga dihadiri pimpinan majelis. Meski pun sebenarnya, Romy disebutkan telah memberikan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum.

Romi terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), baik di pusat maupun daerah. Romi tertangkap tangan oleh KPK pada Jumat 15 Maret 2019.

Menurut Qodari, sosok Suharso selain dihormati, juga memiliki relasi dan komunikasi yang luas dengan pihak di luar partai. Walau pun peluang PPP memenuhi atau tidaknya ambang batas parlemen, tetap saja akan bergantung pada strategi yang dilakukan.

"Selain konsolidasi internal juga diperlukan gebrakan komunikasi politik baru untuk meng-counter efek negatif yang mungkin timbul akibat Romi tersangka," imbuhnya.

Dikatakan Qodari, kasus Romi yang terseret suap ini akan memengaruhi citra Partai politik (Parpol) ketimbang citra para Calon legislatif (Caleg). Lantaran suara PPP merupakan hasil kombinasi citra Parpol dan Caleg.

Sebelumnya Ketua Majelis Syariah PPP, Maimun Zubair atau Mbah Moen yang hadir dalam rapat harian tersebut mengatakan bahwa yang seharusnya menjadi Plt Romi adalah para wakil ketua umum partai, namun banyak yang tidak menyanggupi. "Tadi itu mestinya pengganti wakil-wakil ketum, tapi ada kesepakatan rupanya semua enggak ada yang sanggup," papar Mbah Moen.

Untuk itu dirinya mengusulkan nama Suharso Manoarfa menjadi Plt Romi. Suharso sendiri diketahui menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). "Ya saya setuju kalau pak Suharso jadi Plt, wakil-wakil ketua umum tetap jadi wakil ketua umum sebagaimana waktu jaman pak Romi," terangnya.

Menurutnya Suharso layak untuk menjadi Plt lantaran lebih sesepuh dibanding kader lain. Terlebih posisi saat ini Suharso menjabat sebagai penasehat dari Presiden Indonesia Joko Widodo. "itu karena paling sesepuh, dan itu adalah mempunyai jabatan penasihat presiden dan supaya pemilu ini tetap tenang," ucapnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak