alexametrics

Prabowo Siap Lepas Saham Mayoritas di Perusahaan yang Kuasai HGU

loading...
Prabowo Siap Lepas Saham Mayoritas di Perusahaan yang Kuasai HGU
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019). Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Calon presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara pembekalan relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Jumat (15/3/2019). Dalam sambutannya, Prabowo kembali menyinggung adanya sejumlah pihak yang mengungkit lahan milik negara dengan sistem Hak Guna Usaha (HGU) di Kalimantan Timur yang dikuasainya.

"Saudara sekalian ada yang permasalahkan, saya sebagai pengusaha katanya saya menguasai tanah 220 ribu hektare lahan di Kaltim. Itu salah. Luasnya adalah hampir 400 ribu hektare," ujar Prabowo.

(Baca juga: Kubu Prabowo-Sandi Sajikan Langkah-langkah Selesaikan Korupsi)


Ketua umum Partai Gerindra ini mengaku sudah menjelaskan kepada masyarakat mengenai kepemilikan lahan tersebut. Dirinya pun siap kapanpun lahan tersebut diambil negara.



"Saya sudah katakan di depan televisi, disaksikan oleh puluhan juta, ratusan juta orang, bahwa setiap saat negara meminta kembali tanah itu, dengan segera saya serahkan kembali," kata mantan Danjen Kopassus itu.

Bahkan, Prabowo pun memastikan bakal melepas mayoritas saham dalam perusahaan yang menguasai HGU tersebut jika terpilih sebagai Presiden RI periode 2019-2024 nanti. "Saya memutuskan, paling lambat 10 hari setelah saya dilantik, saham dalam perusahaan yang menguasai HGU, mayoritasnya akan saya serahkan kepada bangsa Indonesia," imbuhnya.

Prabowo mengaku sudah tanda tangan siap mati untuk republik ini sejak umur 18 tahun. "Jangankan harta, jiwa raga saya milik bangsa Indonesia," tegasnya.
(kri)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak