alexametrics

Pesan Ketum PAN untuk Lembaga Survei: Kembalilah ke Jalan yang Benar...

loading...
Pesan Ketum PAN untuk Lembaga Survei: Kembalilah ke Jalan yang Benar...
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat membuka Forum Akal, Pikiran dan Nalar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu 13 Maret 2019. Foto/SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengaku tak habis pikir dengan hasil survei dari sejumlah lembaga survei yang telah menempatkan elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) menjelang Pilpres 2019, hanya berkutat di angka 1%.

Dia menilai para pemilik lembaga survei telah melacurkan diri demi meraup pundi-pundi rupiah setiap perhelatan pemilu berlangsung di Indonesia.

“Para ilmuwan, para pemilik survei itu harus kembali ke jalan yang benar. Mereka itu orang-orang kaya semua. Janganlah melacurkan diri. Masak PAN selalu disurvei 1 persen terus,” ungkap Zulkifli saat membuka Forum Akal, Pikiran dan Nalar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu 13 Maret 2019.



Mantan Menteri Kehutanan ini menyayangkan hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei. Padahal realitanya, kata dia, partainya punya 74 daerah pemilihan (dapil) dengan sebaran kader mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia.

Zulkifli menegaskan pemilu bukan menjadi tujuan akhir bagi partainya. Namun menjadi sarana untuk mewujudkan harapan rakyat Indonesia untuk membangun negara.

“Tujuan kita bangun Indonesia sesuai dengan tataran demokratis yang setara dan bermartabat. Mari kita tunaikan tujuan itu. Pemilu sebagai ikhtiar bagi dunia dan akhirat. Bagi setiap warga tanpa terkecuali. Matahari selalu memberi, matahari tidak pernah ingkar janji,” tandasnya.

Zulkifli menilai kontestasi Pemilu 2019 sudah menjadi "isyarat dari langit" untuk memenangkan partainya. Karena, partainya mendapat nomor urut 12. Sedangkan dukungannya diberikan kepada capres bernomor urut 02. “Jika digabungkan, tanahnya menjadi 212,” seloroh pria kelahiran Lampung ini.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak