alexametrics

Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Kondisi Novel Baswedan Membaik

loading...
Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Kondisi Novel Baswedan Membaik
Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyampaikan kondisi terkini dari penyidik senior KPK Novel Baswedan. Kondisi Novel pun bersangsur membaik. Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A+ A-
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi menyampaikan kondisi terkini dari penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kondisi Novel pun bersangsur membaik setelah 700 hari penyerangan.

"Baru saja beliau (Novel) mengabarkan bahwa kondisi mata kiri beliau itu semakin membaik," kata Arif Maulana yang juga merupakan kuasa hukum Novel di Gedung KPK Jakarta, Selasa (12/3/2019).

"Dan untuk mata kanan beliau yang kemarin sempat kurang baik hari ini dinyatakan sudah cukup stabil dan yang sebelumnya sempat turun matanya sekarang sudah mulai stabil dan kembali ke posisinya," sambungnya.



Menurut Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi, penyiraman air keras terhadap Novel bukanlah teror yang pertama kali dialaminya. Terhitung sudah lima kali ia mengalami teror sebelumnya. Mulai dari ditabrak hingga ancaman bom.

Selain itu, terhadap pengawai KPK lainnya sudah terjadi pula 8 kali teror yang cukup serius. Mulai dari diculik hingga ancaman pembunuhan. Selain itu, berdasarkan data yang dirih's Transpararency International Indonesia pada 2017 terdapat 100 kasus ancaman teror bagi pelapor, saksi dan korban dalam kasus korupsi dari tahun 2004.

Kasus-kasus teror yang dialami Novel, penyidik KPK lainnya dan para pegiat anti korupsi kesemuanya mengalami undue delay dalam penanganan kepolisian. Padahal penyidikan suatu perkara di kepolisian terdapat batas waktu seperti diatur pada Pasal 31 Ayat (2) Peraturan Kepala Polri (Perkap) Nomor 12 Tahun 209 yang membatasi lama maksimal penyelesaian penyidikan di kepolisian adalah 120 hari.

Ketidakprofesionalan berupa menunda-nunda dan membuat tidak jelas perkara yang ditangani merupakan fenomena umum di kepolisian. Penelitian LBH Jakarta pada tahun 2016 menemukan bahwa terdapat 44.273 perkara hilang di kepolisian dan 255.618 perkara masih mengendap.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak