alexametrics

Pendaftaran UTBK SBMPTN Dimulai Hari Ini

loading...
Pendaftaran UTBK SBMPTN Dimulai Hari Ini
Pendaftaran UTBK SBMPTN Dimulai Hari Ini. (Dok. SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan dimulai hari ini. Siswa pun diminta mendaftar lebih awal agar leluasa memilih jadwal.

Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo Widyobroto mengatakan, pendaftaran UTBK dimulai hari ini (1/3) pada pukul 10.00 WIB. Peserta bisa mengakses https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id untuk segera mendaftar.

"Kami mohon para peserta agar mendaftar segera di awal. Manfaatnya selain bisa memilih waktu juga bisa memilih sesi ujian," katanya ketika dihubungi kemarin.



Diketahui, mulai tahun 2019, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pendaftaran SBMPTN sendiri baru dibuka Juni nanti.

Pendaftaran gelombang pertama UTBK dilaksanakan pada 1 Maret hingga 24 Maret. Pendaftaran gelombang kedua tanggal 25 Maret-1 April 2019. Ujian diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu, sebanyak 10 kali.

Sedangkan pelaksanaan UTBK untuk peserta pendaftar gelombang pertama dilaksanakan pada 13 April-4 Mei, sedangkan tes gelombang kedua tanggal 11 Mei-26 Mei. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.

UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi. UTBK terdiri dari Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang sesuai dengan kelompok ujian setiap peserta.

Pelaksana UTBK dilakukan oleh LTMPT. LTMPT adalah satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Keunggulan pelaksanaan UTBK oleh LTMPT antara lain tes dilakukan lebih dari satu kali, peserta mengikuti maksimal dua kali tes, dan hasil tes diberikan secara individu sepuluh hari setelah pelaksanaan tes.

Budi Prasetyo yang juga Guru besar UGM ini juga menyampaikan bahwa bagi siswa yang sudah mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maka datanya sudah tersedia di LTMPT sehingga para peserta ini hanya tinggal melakukan verifikasi saja. "Kami memberi kesempatan kepada siswa untuk mengikuti tes secara fleksibel baik dari.segi waktu dan lokasi," katanya.

Dia menekankan, ketika para peserta sudah mengisi data dan mendapatkan kode pembayaran maka harus segera membayar maksimal 24 jam agar tidak hangus dan mulai dari awal lagi. Selain itu juga pastikan pilihan jenis ujian, lokasi dan sesi sudah benar karena setelah melakukan pembayaran tidak bisa diubah lagi.

Diketahui, biaya mendaftar UTBK sebesar Rp 200.000 untuk setiap mengikuti tes dan tidak dapat ditarik lagi dengan alasan apapun. UTBK merupakan kebijakan baru dari seleksi mahasiswa PTN yang dilakukan pemerintah.Menanggapi hal ini Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsyah Suryadi mengatakan, seluruh rektor PTN menyambut baik perubahan didalam sistem penerimaan mahasiswa baru ini melalui empat alasan. Pertama adalah, kualitas mahasiswa tetap terjaga dengan adanya UTBK dan juga tes potensi skolastik untuk identifikasi kemampuan siswa kuliah sampai studinya selesai.

"Kedua, juga menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Sebab seluruh mahasiswa dari mana saja bisa ikut tes," katanya.

Rektor Institut Teknologi Bandung ini menyampaikan, bahwa dukungan atas sistem seleksi baru ini juga karena akses untuk semua mahasiswa terbuka dengan ujian computer dan juga pemerintah masih memberikan kewenangan rektor untuk menyeleksi siswa mana yang berhak masuk ke kampusnya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Baghaskoro mengatakan, dengan mengizinkan calon mahasiswa mengetahui kemampuan akademis dan skolastika di UTBK maka mereka dapat terbantu untuk mengenali minat dan bakat mereka sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih baik mengenai program studi atau PTN yang akan mereka tuju. Sistem penerimaan di PTN juga akan lebih mudah dan relatif terhindar dari kecurangan karena menggunakan sistem IT. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak