alexametrics

WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Keluarga Lapor TNI

loading...
WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Keluarga Lapor TNI
Keluarga WNI asal Kecamatan Kaledupa, Sultra, datang melapor ke Kodim 1413 Buton. Hal ini terkait dengan keluarga mereka yang disandera Abu Sayyaf. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
BUTON - Keluarga warga negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Kaledupa, Sulawesi Tenggara (Sultra), datang melapor ke Kodim 1413 Buton. Hal ini terkait dengan keluarga mereka yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina.

Dengan membawa foto Hariadi, keluarga resmi melaporkan penyanderaan ini. Pihak keluarga mengaku, terakhir menerima info anggota keluarga mereka disandera Abu Sayyaf awal Desember 2018.

"Namun setelah itu tidak ada informasi lagi dari pihak manapun terkait nasib dari anggota keluarganya, apakah sudah ditemukan atau belum," kata Fitri keponakan dari keluarga yang disandera Abu Sayyaf, Kamis (21/2/2019).



(Baca juga: Minta Uang Tebusan, Abu Sayyaf Sandera Dua WNI Asal Wakatobi)

Diketahui, awal pekan ini video yang memperlihatkan dua tawanan Abu Sayyaf tengah meminta bantuan agar dibebaskan tengah viral. Pihak keluarga pun berhasil mengenal orang yang di dalam video tersebut dan memastikan itu adalah keluarga mereka.

Keluarga berharap pemerintah bisa secepatnya menemukan Hariadi dan rekanya agar berkumpul bersama keluarga kembali. Sementara pihak Kodim 1413 Buton memastikan, jika orang yang ada di dalam video itu adalah WNI asal Wakatobi. Pihak kodim telah mengambil data keluarga dan meneruskan ke komando.

Apalagi pihak Abu Sayyaf meminta tebusan senilai Rp10 miliar. Keluarga korban mendapat informasi dari pihak Kementrian Luar Negeri yang mengujunginya dua pekan lalu di Wakatobi, bahwa kedua korban ditangkap Abu Sayyaf saat hendak mencari ikan di Perairan Sandakan, 7 Desember 2018.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak