alexametrics

Sebut Bagi-bagi Sertifikat Tanah Hanya Pencitraan, Amien Diminta Introspeksi Diri

loading...
Sebut Bagi-bagi Sertifikat Tanah Hanya Pencitraan, Amien Diminta Introspeksi Diri
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
YOGYAKARTA - Beberapa saat yang lalu, Amien Rais melakukan serangan terbuka terhadap Presiden Joko Widodo dengan mengatakan bahwa program bagi-bagi sertifikat tanah untuk rakyat dianggap pengibulan. Sejumlah kubu Jokowi pun menepis tudingan tersebut. Mereka menyebut, tudingan Amien Rais dianggap tidak berdasar.

Menyikapi tudingan tersebut, Direktur Inspect Ahmad Ma’ruf menyatakan kecewa atas pernyataan tokoh oposisi, Amin Rais yang peryataannya tidak mencerminkan seorang negarawan.

Menurutnya, bagaimanapun program pemerintah membantu masyarakat dengan memberikan fasilitasi sertifikat tanah adalah program yang baik dan perlu diapresiasi. "Kita ketahui bahwa tanah meskipun luasanya kecil namun sangat berarti bagi masyarakat. Sertifikat tanah memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," ujar Ahmad Ma’ruf, Rabu (20/2/2019).



Peneliti Inspect Ahmad Ma’ruf juga menyinggung para tokoh dan politisi yang memiliki tanah dan aset berlimpah, namun selalu bicara ketimpangan dan kemiskinan. Menurutnya, masyarakat mengetahui para politisi dan tokoh yang kritik atas program sertifikasi tanah rakyat, sebenarnya memiliki dan menguasai luas tanah yang berlebih menjadikan ketimpangan semakin menjadi.

Sebagaimana diketahui, Amien Rais mempunyai tanah yang salah satunya dimanfaatkan untuk bisnis sekolah dimana sekolah itu terkenal mahal. Sebaiknya para politisi kubu oposisi seperti Amin Rais jujur menyampaikan pada publik berapa luas tanahnya dan apa saja bisnisnya. Bagus juga kalau diaudit sehingga masyarakat luas bisa mengetahui secara utuh mengenai luas tanah dan bisnis yang dikuasai. Lebih baik instropeksi diri,” tutur Ahmad Ma’ruf.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak