alexametrics

Bakal Dilaporkan ke Bawaslu, Jokowi Santai

loading...
Bakal Dilaporkan ke Bawaslu, Jokowi Santai
Bakal Dilaporkan ke Bawaslu, Jokowi Santai. (Antara).
A+ A-
TANGERANG - Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo tampak santai menanggapi berbagai polemik yang muncul pascadebat.

Salah satunya terkait rencana pelaporan atas dirinya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Saat dimintai tanggapan atas pelaporan tersebut, mantan wali Kota Surakarta itu pun menjawabnya sambil bercanda.“Ya, debat yang lalu saya dilaporkan. Kalau debat dilapori, engga usah debat aja . (Ini) debat kok. Dilaporkan, kok gimana ?” selorohnya sesuai acara Pelepasan Kontainer Ekspor Ke-250.000 di pabrik PT Mayora Indah Tbk, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin.

Dia menilai dalam debat Minggu (17/2) tidak ada yang dilanggar. Menurutnya, jika dalam debat tersebut dirinya melanggar aturan, pasti akan diperingatkan. Apalagi para penyelenggara ada di lokasi debat.



“Kan sudah ada Ketua Bawaslu dan Komisioner Bawaslu di situ. Ya, kalau-kalau kira-kira enggak anu (pas), pasti dibisikin. (Tapi) ndak kok,” tuturnya.

Respons santai juga ditunjukkan Jokowi ketika dimintai tanggapan ada penggunaan earpiece. Dia mengaku heran ada fitnah-fitnah semacam itu. “Ada-ada aja sih ini. Fitnah-fitnah seperti itu jangan diterus-terusin lah. Ini polpen (sambil tunjukkan pulpen). Cek aja (sambil tunjukkan pulpen). Jangan buat isu, fitnah-fitnah yang enggak bermutu,” ungkapnya.

Tuduhan penggunaan earpiece bermula seringnya Jokowi memegang telinganya. Jokowi pun kembali tertawa menanggapi tuduhan tersebut. “Pegang kuping enggak boleh toh? Oh, nanti tidak boleh pegang hidung,” katanya sambil tertawa. Dia menilai isu tersebut bukanlah hal yang substansial.

Dia mengimbau agar tidak memfitnah degan ihwal yang tidak berguna. “Kalau data, boleh dikonfirmasi dengan kementerian. Kalau urusan yang enggak substansi, pulpen diurus, orang pegang kuping diurus. Gimana sih,” ucapnya.

Sementara itu, berkaitan dengan data-data dalam debat yang dinilai tidak sesuai fakta, Jokowi mengatakan hal tersebut diperolehnya dari kementerian-kementerian terkait. Misalnya saja terkait dengan jumlah impor jagung yang berbeda dengan data BPS.

Seperti diketahui menyebut 180.000, sementara data BPS sebanyak 700.000. “Ya, coba dicek saja. Bisa saja itu kuota, tapi tidak terealisasi hehe. Tolong diceklah. Dicek ke lapangan. Wong, kita ini menyampaikan data dari kementerian, bukan karangan saya sendiri. Itu saja,” tuturnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak