alexametrics

Poster Capaian Ditjen PAUD dan Dikmas Jadi Perhatian

loading...
Poster Capaian Ditjen PAUD dan Dikmas Jadi Perhatian
Para peserta dan undangan rembuk nasional tampak mengamati poster-poster yang dikemas berupa infografis, foto, serta bahasa sederhana yang mudah dipahami. Foto: Fuji Rachman
A+ A-
DEPOK - Dalam pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Setelah empat tahun sebelumnya infrastruktur yang menjadi prioritas.

Salah satunya adalah meningkatkan jumlah penduduk terampil guna menjawab tantangan era industri 4.0. Yang berarti penguatan pembelajaran pada teknologi informatika. Dengan demikian pendidikan vokasi yang selaras dengan industri berbasis digital sangat penting.

Sejalan program Presiden Joko Widodo, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan laporan capaian melalui poster yang dipasang di selasar Pusdiklat Pegawai Kemendikbud yang menjadi lokasi penyelenggaraan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan.



Poster-poster ini dibingkai dan dikemas dengan tampilan menarik, berupa infografis, foto, serta bahasa sederhana yang mudah dipahami. Tak heran jika peserta dan undangan yang menuju restoran maupun gedung-gedung lain serta melalui selasar dekat Gedung Ganesha berhenti menyimak isinya.

Dari Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan salah satunya menampilkan poster berisi tentang capaian Pendidikan Kursus dan Keterampilan (Vokasi). Data yang tertera, peserta didik kursus pada 2018 mencapai 1.702.000. Ditargetkan pada tahun 2019 akanmencapai 2.000.109 peserta.

Sedang Direktorat Pembinan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan menyajikan data buta aksara usia 15–59 tahun sebanyak 3.474.694 orang (2,068%). Ada enam povinsi dengan tingkat buta aksara tertingi, yaitu Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Kalimantan Barat.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini menampilkan data bahwa hingga 2018 sebanyak 14 juta anak usia 0–6 tahun memperoleh layanan PAUD. Pemerintah sudh memberikan dukungan BOP DAK PAUD sejak 2015, yitu Rp2,8 T (2015), Rp3,6 T (2016), Rp4,01 T(2018), dan naik 10% menjadi Rp4,4 T(2019).

Sementara Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyajikan pentingnya pelibatan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak. Juga pencegahan stunting lewat penyadaran pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (HPK), sejak anak berada dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Rencananya poster-poster ini akan dibawa ke Rakornas PAUD dan Dikmas di Makassar, Palembang, dan Yogyakarta. Sebagai sarana sosialisasi capaian dan program.
(akn)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak