alexametrics

Pendidikan Nonformal Penting untuk Hadapi Dunia Industri

loading...
Pendidikan Nonformal Penting untuk Hadapi Dunia Industri
Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia. Pendidikan yang bagus, baik yang formal maupun nonformal, akan menguatkan daya saing bangsa Indonesia menghadapi kompetisi dengan negara lain.
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan yang bagus, baik yang formal maupun nonformal, akan menguatkan daya saing bangsa Indonesia dalam menghadapi kompetisi dengan negara lain yang lebih maju.

Karena itu pendidikan harus ditempuh sepanjang hayat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Selain pendidikan formal yang perlu ditingkatkan, pendidikan nonformal juga perlu diperhatikan.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar, mengungkapkan, pendidikan nonformal akan lebih ditingkatkan lagi dengan diberikan pendidikan kursus sesuai dengan minat yang diinginkan, bahkan mereka akan memperoleh sertifikat ketrampilan selain ijazah setara SMA.



"Jadi mereka akan memperoleh ijazah dua, yaitu ijazah kesetaraan dan sertifikat keterampilan, sehingga diharapkan mereka akan lebih siap menghadapi dunia kerja," tegasnya, di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Pendidikan nonformal akan diberikan kepada mereka yang putus sekolah, tidak pernah sekolah, dan putus lanjut, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup.

"Kelak bangsa Indonesia tidak ada lagi masyarakat yang mengalami buta huruf, karena buta huruf akan mendekatkan kemiskinan," kata Harris.
Pendidikan Nonformal Penting untuk Hadapi Dunia Industri

Pendidikan kesetaraan merupakan pintu masuk bagi praktisi homeschooling yang ingin mengintegrasikan pendidikan anak-anaknya dengan sistem pendidikan nasional yang diterapkan di Indonesia.

Pendidikan kesetaraan meliputi program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA yang diatur dalam UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 26, ayat (6)

Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Kementerian Pendidikan Nasional telah menetapkan tiga pilar kebijakan Pembangunan Pendidikan beserta indikator kinerja kuncinya. Ketiga pilar kebijakan tersebut adalah: pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, dan penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak