alexametrics

Arti Vietnam di KTT AS-Korea Utara

loading...
Arti Vietnam di KTT AS-Korea Utara
Dinna Wisnu PhD, Pengamat Hubungan Internasional.Foto/Istimewa
A+ A-
Dinna Wisnu PhD
Pengamat Hubungan Internasional

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) mengumumkan Jumat pekan lalu bahwa mereka akan menyelenggarakan pertemuan puncak Paman Sam dan Korea Utara di Vietnam pada 27-28 Februari 2019. Pemilihan tempat untuk pertemuan yang bersejarah ini tentu telah diperhitungkan untung dan ruginya bagi AS dan Korea Utara.

Keuntungan lain yang paling besar adalah bagi Vietnam itu sendiri. Perhatian dunia terhadap pertemuan itu akan menjadi diplomasi publik yang baik dan dapat menjadi panggung bagi Vietnam demi memenuhi ambisinya sebagai the middle power seperti negara ASEAN lainnya.



Agenda KTT kedua pemimpin memiliki harapan besar untuk dapat mencapai kesepakatan dalam pertemuan kedua, setelah dalam pertemuan di Singapura delapan bulan lalu tidak ada kesepakatan konkret yang dihasilkan. Ada empat poin yang menjadi topik pembicaraan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura, yaitu membangun hubungan antarnegara mereka, membangun “rezim perdamaian yang abadi dan stabil”, bekerja menuju “denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea”, dan memulangkan sisa-sisa orang Amerika yang terbunuh selama Korea Selatan.

Ada sebagian dari pokok-pokok pembicaraan yang telah dilakukan, seperti termasuk pemulangan jenazah tentara Amerika, penghentian uji coba rudal dan nuklir Korea Utara, dan mengurangi atau meredakan “war game”. Satu pokok yang masih mengganjal adalah denuklirisasi Semenanjung Korea. Ini mungkin akan menjadi pokok paling penting karena AS masih menerima informasi bahwa Korea Utara diduga masih menyembunyikan kemampuannya dalam memproduksi persenjataan nuklir.

AS ingin Korea Utara secara total melucuti senjata nuklirnya, sementara Korea Utara ingin AS terlebih dahulu mengurangi keberadaan dan kekuatannya di Semenanjung Korea Utara. Bagi AS, pilihan ini mungkin sangat sulit karena bahaya yang dihadapi bukan cuma Korea Utara, melainkan juga China. Apabila AS mengurangi kekuatannya di Asia maka itu sama seperti memberikan China keleluasaan untuk menyebarkan pengaruhnya.

Mengapa Vietnam dipilih?

Vietnam dianggap sebagai negara netral di antara AS dan Korea Utara. Sebelum Vietnam, alternatif negara yang menjadi tuan rumah KTT AS-Korea Utara adalah Thailand dan Negara Bagian Hawaii. Namun karena pertimbangan teknis, Vietnam lebih diminati oleh AS dan Korea Utara.

Pertimbangan lain adalah pertimbangan sejarah yang unik dari AS, Vietnam, dan Korea Utara. Vietnam menghormati Korea Utara karena telah mengakuinya sebagai negara berdaulat, empat tahun sebelum Vietnam benar-benar merdeka dari penjajahan Prancis. Korea Utara juga membantu Vietnam dengan pasukan angkatan udaranya dalam Perang Vietnam pada 1950.
halaman ke-1 dari 2
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak