alexametrics

Respons TKN Soal Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi-JK

loading...
Respons TKN Soal Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi-JK
Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Lukman Edy. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) akan melakoni debat kedua bersama Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto pada 17 Februari mendatang. Debat kedua nanti salah satunya dibahas mengenai pembangunan infrastruktur.

Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Lukman Edy mengatakan, tema infrastruktur dianggap menjadi keunggulan Capres petahana tersebut.

Menurut Lukman, setidaknya ada dua aspek untuk melihat infrastruktur yang dibangun era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Kata dia, yang pertama aspek ekonomi, di mana pembangunan infrastruktur bukan saja dalam rangka untuk menjamin konektivitas penduduk dan barang namun juga berdampak ekonomi yang luas.



Antara lain, menjamin pertumbuhan ekonomi, menjamin penyerapan tenaga kerja, menjamin tumbuhnya dunia usaha, menjamin terjadinya transfer teknologi, dan berimplikasi juga terhadap pengentasan kemiskinan.

"Kedua Aspek Legacy, dimana masyarakat bukan saja dalam negeri tetapi juga luar negeri melihat kemajuan suatu negara dilihat dari penyediaan infrastrukturnya layak atau tidak. Aspek ini penting, untuk meningkatkan daya saing Indonesia ditengah pergaulan global," kata Lukman kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Lukman menilai, soal perencanaan yang menjadi sorotan, pada dasarnya 4 tahun pemerintahan Jokowi adalah menjalankan perencanaan yang sudah disusun oleh pemerintahan sebelumnya.

Dia menyebut, menjalankan perencanaan dan pondasi yang sudah dibuat oleh pemerintahan sebelumnya penting untuk menjamin suistenable pembangunan.

"Kelebihan Pak Jokowi adalah fokus menyelesaikan pekerjaan, tidak ragu dan tidak pernah menunda pekerjaan, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat sekarang ini. Jokowi tidak peduli dengan dinamika politik, bagi beliau bekerja serius, fokus dan menyelesaikan semua PR bangsa dan negara ini," ujarnya.

(Baca juga: Debat Kedua, BPN Pastikan Prabowo Tak Akan Serang Jokowi)

Lukman menganggap, jika kubu paslon 02 menyoroti soal perencanaan, berarti mereka belum memahami sistem perencanaan pembangunan bangsa ini.

Itulah sebabnya butuh calon pemimpin yang berpengalaman mengelola pemerintahan, sehingga ketika menjadi pemimpin bisa melanjutkan kemajuan bangsa.

"Pembangunan harus berlanjut, menuju Indonesia Maju, bukan bongkar pasang yang menyebabkan kita mundur lagi 15 tahun ke belakang," tambahnya.

Adapun terkait keterlibatan BUMN dalam membangun infrastruktur, Lukman menjelaskan bahwa memang ada dasarnya membangun infrastruktur dapat dibiayai dari berbagai sumber pembiayaan antara lain melalui APBN/APBD, Investasi dalam negeri dan invesatsi luar negeri.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak