alexametrics

Muchdi PR Dukung Jokowi-Ma'ruf, Kubu Prabowo-Sandi Tak Khawatir

loading...
Muchdi PR Dukung Jokowi-Maruf, Kubu Prabowo-Sandi Tak Khawatir
Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon tak memersoalkan keputusan Waketum Berkarya Mayjen (Purn) Muchdi PR yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto/SINDOnews/Rico Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Keputusan Wakil Ketua Umum Partai Berkarya Mayjen (Purn) Muchdi Purwoprandjono (PR) yang mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin tidak dipersoalkan oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sebab, kubu Prabowo-Sandi menilai hal itu merupakan hak pribadi seseorang.

"Enggak ada masalah, itu hak pribadi. Kita sudah ratusan jenderal-jenderal hebat ikut bergabung dengan kita," ujar Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon di Lapangan Bola Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

(Baca juga: Ma'ruf Sebut Dukungan Waketum Berkarya ke Jokowi Bikin Tambah Optimistis)



Dia pun mengklaim bahwa kubu Prabowo-Sandi tidak khawatir dengan bergabungnya Muchdi PR ke dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf itu. "Tidak ada, enggak ngaruh lah," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Fadli pun mengklaim pihaknya tidak khawatir dengan latar belakang bidang intelijen Muchdi PR. Adapun Muchdi PR pernah menjabat sebagai Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN).

"Enggak, kita juga ahli kok. Kita juga ahli banyak yang ahli ya," ucap Legislator asal Bogor Jawa Barat ini.

(Baca juga: Orang-orang BPN Ditangkap, Kubu Prabowo-Sandi Merasa Digerus)Dia pun mengakui bahwa Muchdi PR pernah menjadi bagian dari Partai Gerindra. "Dulu, kan sudah keluar lama, sudah dari pemilu yang lalu sudah keluar," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Partai Berkarya merupakan salah satu partai politik pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak