alexametrics

Dengar Masukan Masyarakat, Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan

loading...
Dengar Masukan Masyarakat, Jokowi Batalkan Remisi Pembunuh Wartawan
Presiden Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang mengambil tema Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital di Surabaya, Jawa Timur. Foto/SINDOphoto/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk membatalkan remisi bagi I Nyoman Susrama, terpidana yang dinyatakan terbukti membunuh wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Keputusan pembatalan ini disampaikan Presiden Jokowi usai menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya dan ditegaskan kembali saat menghadiri Festival Terampil 2019 di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (9/2/2019) seperti yang diunggah laman setkab.go.id.

(Baca juga: Remisi Pembunuh Jurnalis, Hinca Anggap Kemunduran Kebebasan Pers)


Segera setelah mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, dari kelompok-kelompok masyarakat, juga dari jurnalis terkait keputusan pemberian remisi kepada I Nyoman Susrama, Jokowi mengaku telah memerintahkan kepada Dirjen Lembaga Pemasyarakatan dan Menteri Hukum dan HAM untuk menelaah dan mengkaji mengenai pemberian revisi itu.



“Hari Jumat telah kembali di meja saya. Sudah sangat jelas sekali, sehingga sudah diputuskan, sudah saya tanda tangani untuk dibatalkan,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Pembatalan pemberian remisi ini, sambung Jokowi juga karena menyangkut rasa keadilan masyarakat.

Nyoman Susrama dihukum seumur hidup setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Denpasar karena membunuh Prabangsa pada 2009 lalu. Majelis Hakim yang mengadili perkara Susrama meyakini motivasi pembunuhan itu adalah pemberitaan di Harian Radar Bali yang ditulis Prabangsa pada 3, 8, dan 9 Desember 2008, yang menyoroti dugaan korupsi proyek-proyek di Dinas Pendidikan Bangli.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak