alexametrics

RI-Inggris Garap Riset Kebencanaan Senilai Rp31 Miliar

loading...
RI-Inggris Garap Riset Kebencanaan Senilai Rp31 Miliar
RI-Inggris Garap Riset Kebencanaan Senilai Rp31 Miliar. (Dok. Koran SINDO).
A+ A-
JAKARTA - Kemenristekdikti dan Inggris meluncurkan kerjasama riset dibidang kebencanaan. Riset dibidang hidrometrologi ini bernilai Rp31 miliar.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengatakan, Kemenristekdikti mengadakan kerja sama dengan Departemen Bisnis, Energi dan Strategi Industri Inggris melalui Newton Fund untuk mendanai penelitian terbaik dalam bidang hidrometeorologi (penelitian tentang hujan lebat dan dampaknya).

"Tiga penelitian terbaik di bidang kebencanaan hidrometeorologi mendapatkan Rp31 miliar untuk pendanaan riset dalam jangka waktu 3 tahun. Satu peneliti Indonesia akan berkolaborasi dengan satu peneliti Inggris untuk melakukan penelitian kebencanaan," katanya saat Peluncuran Kerja Sama Riset Kebencanaan Indonesia–Inggris melalui Program Newton Fund di kantor Kemenristekdikti.



Tiga riset yang akan didanai itu adalah Mitigating hydro meteorological hazard impacts through transboundary river management in the Ciliwung River basin yang akan diteliti oleh Harkunti Rahayu (ITB) dan Richard Haigh (University of Huddersfield). Riset ini ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan badan sungai Ciliwung dan kepedulian masyarakat terhadap ancaman banjir.

Kedua, Java Flood One, yang diteliti oleh Agus Mochamad Ramdhan (ITB) dan Simon Mathias (Durham University). Hasil riset ini akan meningkatkan prediksi banjir jangka menengah di beberapa pusat kota pulau Jawa, termasuk Jakarta, Bandung dan Surakarta.

Ketiga, Extreme rainfall and its effects on flood risk in Indonesia, yang diteliti oleh Suroso (Universitas Jenderal Soedirman) dan Chris Kilsby (Newcastle University). Riset ini ditujukan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir di Indonesia dan strategi-strategi utama yang dapat memitigasi risiko bencana.

Nasir menjelaskan, selain dengan Inggris Kemenristekdikti dan peneliti Indonesia juga telah menginisiasi kerja sama riset kebencanaan gempa bumi, tsunami, asap, dan bencana alam lainnya dengan negara lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Perancis dan negara lainnya.

Banyaknya penelitian ini dianggap penting sebab Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup sering dilanda bencana alam. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang tahun 2018, terjadi lebih dari 2.564 bencana alam di Indonesia. Bencana alam ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materil namun juga menimbulkan korban jiwa.

"Oleh karena itu Pemerintah menjadikan penelitian di bidang kebencanaan sebagai salah satu program utama, sebagai upaya memetakan, mencari solusi dan mencegah jatuhnya korban akibat bencana alam yang terjadi," katanya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak