alexametrics

Ahli Digital Forensik: Suara Bisa Dimodifikasi

loading...
Ahli Digital Forensik: Suara Bisa Dimodifikasi
Sidang lanjutan perkara yang menjerat pengacara Lucas kembali di gelar di Pengadilan Tipikor, Jakpus, Kamis (7/2/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Sidang lanjutan perkara yang menjerat pengacara Lucas kembali di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.

Pada persidangan tersebut kuasa hukum terdakwa menghadirkan Ruby Alamsyah, Ahli Digital Forensik sebagai saksi ahli. Ruby adalah pakar TI yang memegang sertifikasi dari berbagai lembaga terkemuka dan merupakan anggota High Technology Crime Investigation Association di Amerika Serikat

Dalam keterangannya, Ruby Alamsyah menerangkan bahwa dengan perkembangan teknologi saat ini sangat mudah untuk memodifikasi suara. Karena itu, untuk membuktikan keaslian atau untuk mengidentifikasi suatu suara perlu menggunakan metode keilmuan yang tepat.

(Baca juga: Baca Eksepsi, Lucas Sebut Perkara yang Menjeratnya Banyak Kejanggalan)




Selanjutnya, Ruby juga menjelaskan bahwa untuk membuktikan orisinalitas suatu data digital berupa rekaman suara, harus dicek kebenaran hashing-nya. "Hashing itu berupa angka-angka, Kalau hashing-nya berubah, menurut logika kami data digital tersebut berarti tidak orisinil lagi. Maka tidak bisa dipastikan keasliannya," terang Ruby.

Dia juga menjelaskan bahwa metode Itakura Saito bukanlah merupakan metode standar yang dipakai oleh penegak hukum di dunia. Berdasarkan literatur, metode tersebut adalah metode sound engineering. Menurut Ruby, metode yang lazim dipakai adalah metode yang selalu digunakan oleh FBI.

Lebih lanjut Ruby mengatakan bahwa minimal harus ada 20 sampel kata yang digunakan untuk mengidentifikasi suara. Apabila tidak, akurasinya tidak bisa dipastikan. Sampel suara pun harus diperoleh dengan pengambilan yang benar, bukan dengan cara merekam atau menyadap.

Sementara itu, Lucas menyatakan bahwa alat bukti digital sangat mudah dimodifikasi dan rentan. "Banyak sekali SOP pemeriksaan digital forensik yang dilanggar (oleh penyidik) khususnya pada saat suara diambil, dipindahkan, dipinjamkan. Hashing-nya tidak di cek," ujar dia.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak