alexametrics

Menteri LHK Sebut Infrastruktur Penting untuk Ketahanan Lingkungan

loading...
Menteri LHK Sebut Infrastruktur Penting untuk Ketahanan Lingkungan
Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kebijakan pembangunan infrastuktur selain menunjang kemajuan seluruh provinsi, tetapi juga untuk ketahanan wilayah. (Foto/Istimewa/Dok)
A+ A-
JAKARTA - Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, kebijakan pembangunan infrastuktur yang masih yang dilakukan Presiden Jokowi dalam empat tahun terakhir ini selain untuk menunjang kemajuan seluruh provinsi di Tanah Air, tetapi juga untuk ketahanan wilayah.

Kebijakan memprioritaskan pembangunan infrastruktur mencerminkan style kepemimpinan Jokowi yang sesui dengan Teori Wilayah. Dalam buku Regional Planning: Introduction and Explanation by Melville C. Branch Praeger (1988).

Begitu juga pendekatan blusukan sosok Jokowi sejak sebagai wali kota, lalu Gubernur dan Presiden, maka aktualisasi kepemimpinannya juga ditopang oleh teori wilayah. Wilayah secara teori meliputi: Area, Distrik, Teritorial, Daerah komando, Tempat Operasi, bisa juga berarti terkait Masa Peradaban (lembah, sungai, dan lain lain), masuk filosofis religi, surga neraka, juga bisa berarti Indikasi komersial: tambang, mineral.



"Oleh karena itu, infrastruktur yang menjadi bagian penting agenda Bapak Presiden, dirangkum dalam buku juga merupakan hal yang secara teoritik memang harus dilakukan. Selain untuk memenuhi pembangunan wilayah dan sangat penting juga untuk semakin memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional kita," ujar Siti Nurbaya, Senin (4/2/2019).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini hadir sebagai Keluarga Alumi Institut Pertanian Bogor (IPB) saat menjadi pembicara kunci atau keynote speach bedah buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya, di Puri Begawan, Bogor, Minggu 3 Februari 2019.

Diungkapkan Siti Nurbaya, relevansi dirinya hadir dalam bedah buku dan concern tentang konteks dan konten buku Jokowi Perjalanan Karya bagi Bangsa: Menuju Cahaya mengingat sebagai alumni IPB Angkatan 12, masuk 20 Februari 1975 dan lulus 19 Februari 1979 dan wisuda tanggal 27 April 1979, 4 Mei membuat lamaran ke Mentan dan Mendagri dan mulai bekerja sebagai PNS Dinas Pertanian Juni 1979.

"Buku karya Alberthiene Endah ini merupakan story telling tentang aktualisasi seorang anak manusia bernama Joko Widodo sejak kecil hingga kiprahnya saat ini dan juga mimpi-mimpi besar optimistik bangsa Indonesia ke depan," ucap Siti Nurbaya.

Dalam diskusi bedah buku Jokowi ini yang dipandu mantan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Cyrillus I Kerong tersebut, berjalan cukup menarik karena mengupas sosok Jokowi dan mendalami kinerja yang selama ini sudah dilakukan Presiden RI tersebut.

Dengan semakin paham, maka para pendukung Jokowi bisa menularkan kebaikan Jokowi kepada masyarakat secara objektif. Ratusan peserta yang tergabung dalam Keluarga Alumni IPB (KamIPB) dan kampus-kampus se-Bogor Raya hadir mendengarkan paparan dari penulis buku Jokowi, Alberthiene Endah, juga pembahas dari IPB Imam Sugema, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, dan anggota DPR Budiman Sudjatmiko.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak