alexametrics

Survei Internal Prabowo-Sandi Jadi Warning bagi Jokowi-KH Ma'ruf

loading...
Survei Internal Prabowo-Sandi Jadi Warning bagi Jokowi-KH Maruf
Ketua TKD Jokowi-KH Ma'ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi menganggap, klaim survei Sandiaga Uno sebagai sebuah peringatan keras bagi TKN Jokowi. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
PURWAKARTA - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-KH Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi menganggap, klaim survei Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sebagai sebuah peringatan keras bagi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

"Artinya warning agar kita tidak boleh terlena dan harus kerja keras," kata Dedi, Senin (4/2/2019).

Dedi menambahkan, TKN tidak perlu membantah hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga survei mana pun.



"Ngapain harus dibantah. Itu pendapat dan pemahaman akademis mereka, kita hargai. Tetapi, itu warning bagi kita untuk bekerja keras. Saya yakin dengan bekerja keras kita bisa meraih apa yang kita harapkan," ujarnya.

(Baca juga: Pola Komunikasi Politik Jokowi Berubah, Ini Penjelasan Ma'ruf Amin)

Meski hasil survei tersebut menunjukkan kenaikan positif secara elektabilitas dari pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Dedi optimistis pada akhirnya hasil tersebut akan berubah drastis mendekati hari pencoblosan.

"Namanya juga politik, saling klaim sudah biasa, tetapi sejarah menunjukkan bagaimana dulu hitungan cepatnya dan klaim dari lembaga surveinya. Pada akhirnya tidak bisa dibuktikan dari sisi ilmiah dan yang menang siapa," pungkasnya.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno mengklaim, selisih elektabilitas dirinya dan Capres Prabowo Subianto tidak lebih dari 10% dibanding pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Sandiaga berpegang pada survei internal pihaknya yang menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melampaui 40%.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak